>Untuk Cawan Kaca Terindahku 147


>

Andai semua bidadari punya sayap, tentu aku akan diajaknya terbang menuju langit yang entah keberapa, Namun bidadariku yang ini memang berbeda. Bukan kepada awan ia mengajakku terbang, bukan pula kepada langit ia mengajakku melayang, namun ia membawaku kembali mengarungi sejuta harapanku yang pernah pudar waktu itu.
Sayapnya mengepak jauh melebihi barat dan timur. Sayapnya mengembang jauh memenuhi seisi jagad hati.
Oh, memang bidadari tanpa sayapku ini tak dapat kulukiskan dengan sejuta kata. Meski ia mampu menerbangkanku hanya dengan sepenggal kata yang terlontar dari bibir mungilnya.
Sumpah demi cinta, Biar janjiku kau pegang
Sumpah demi cinta, biar kataku kau genggam
Sumpah demi cinta
Ibarat benda kasat mata, kau laksana cawan kaca
Bukan hanya akan kudekatkan bibirku padamu untuk mereguk manisnya madumu,
Namun akan kujaga keindahanmu,
takkan kubiarkan semburat noda ada padamu,
takkan kurelakan sebaris retak menyakitimu,
Kan kujaga hingga nafas terjauhku.
Karna kau…
Cawan Kaca Terindahku

Leave a comment