>Dengan Pena Ku Hidup, Tanpa Pena Ku Meredup 454


>Salah satu motto terkenal dari yunani adalah “nulla dies sine linea (tiada hari tanpa menulis). Motto inilah yang harusnya kita tanaman sebagai kader yang merubah dunia dan memulainya dengan pena.

Teknik Penulisan Artikel
Teknik penulisan artikel ilmiah populer yang berlaku di media massa secara umum terdiri dari beberapa langkah sebagai berikut :
a. menggali ide
Kita harus bisa menuangkan ide-ide / pemikiran kita kedalam tulisan yang hasil akhir berupa artikel. Dalam menggali ide, kita harus mengunakan alur pemikiran yang runtut dan sistematis. Ide ini akan menjadi tema sebagai pondasi artikel kita. Tema yang baik adalah tema yang memenuhi kriteria berikut :
1. Aktual (Banyak Diperbincangkan saat ini)
2. Kita kuasai atau setidaknya pernah kita ketahui sekilas
3. Berisi hal yang baru dan inovatif
4. Dikembangkan dengan pemikiran sendiri (Orisinilitas)
b. Membuat kerangka tulisan secara detail
Kerangka tulisan secara sederhana biasanya dimulai dari pendahuluan, pembahasan masalah, kesimpulan. Lebih bagus apabila dilengkapi dengan solusi permasalahan berupa saran / rekomendasi terhadap pihak-pihak terkait. Kerangka tulisan ini hanya untuk membatasi agar tulisan kita dapat tersusun secara sistematis. Karena itu tidak perlu kita menuliskan bagian seperti pendahuluan dan sejenisnya asalkan artikel yang kita buat tersusun dengan bak sehingga pebaca dapat menentukan sendiri mana yang pendahuluan dan mana yang berupa isi.
c. Mengumpulkan data, fakta, referensi dan bahan bacaan
berbagai referensi yang relevan sangat penting dalam rangka mendukung opini kita. Tanpa dukungan dari data-data/ fakta / bahan bacaan maka tulisan kita terlihat kering dan kurang dapat memberikan makna kepada para pembaca. Data ini dapat kita ambi dari majalah, buku, TV, Internet maupun hasil perbincangan dengan orang lain.
d. Menulis dengan ekspresi bebas
Hal yang paling sulit bagi kita bukanlah saat kita belajar menulis, namun justru pada saat menulis itu sendiri Banyak diantara kita yang sudah siap dengan materi menulis, namun malah bingung saat memulai menggoreskan pena. Saat anda memulai menulis, bersikaplah tenang. Dengan fikiran yang segar, tuangkanlah apa yang ada di dalam fikiran anda dalam bentuk tulisan.
Tulisan harus menggunakan bahasa yang tepat dan lugas. Tulisan juga sebaiknya tidak terlal panjang mengingat terbatasnya kolom majalah serta mempertimbangkan sifat dasar menusia yang mudah bosan.
e. Editing
Setelah opini / gagasan sudah selesai ditulis, maka kita perlu membaca ulang sekaligus mengedit apa yang sudah kita tulis. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa tulisan yang kita buat telah tersusun dengan rapi. Selain itu, apabila terjadi kesalahan yang terjadi, baik kesalahan pada data, kata atau kalimat serta pembahasan / analisis yang kurang tajam dapat kita perbaiki. Kita perhatikan masalah materi serta tata bahasanya. Dengan bahasa yang lugas dan sesuai penempatan, maka artikel tersebut akan mempunyai nilai yang lebih tinggi.

Kiat Khusus Mengasah Kemampuan Menulis
1. Suka Membaca
Membaca tentu bukan asal baca, apalagi membaca apa saja. Kita perlu menetapkan skala prioritas apa yang kita baca sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan skala prioritas tersebut otak kita tidak dijejali beragam informasi yang justru membuat kita pusing, tapi informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita sebagai seorang penulis nantinya.
2. Miliki Diary
Diary (catatan harian) perlu dimiliki oleh penulis. Diary akan melatih orang untuk jujur pada diri sendiri. Menuliskan sepenggal goresan spontanitas apa yang dirasakan. Kelak menulis secara jujur akan sangat berguna bagi karier kepenulisan. Sebab, bisa mengantarkan penulis untuk menulis dengan hati. Yah, harapannya ketika orang menulis dengan hati, pesannya akan sampai ke hati juga. Inipun juga akan menjadikan semangat dimana ia akan menulis artikel dengan tenang dan penuh perasaan sebagaimana ia menulis diary.
3. Kunjungi Perpustakaan dan Toko Buku
Kemana orang berlibur? Bisa ke pantai, mall, tempat-tempat wisata dsb. Tapi bagi orang yang ngebet pingin jadi penulis, liburan bisa digunakan untuk mengunjungi perpustakaan maupun toko buku. Bagi yang bosan dengan perpustakaan maupun toko buku, dapat memanfaatkan dunia maya sebagai sarana menambah wawasannya.
4. Datangi Acara Kepenulisan
Penting sekali yang ini. Dengan mendatangi acara kepenulisan, terutama acara bedah buku, kita akan banyak mendapatkan ilmu. Biasanya adalah ilmu tentang proses kreatif sang pengarang buku. Bagaimana lika-likunya, mulai dari mendapatkan inspirasi, proses penulisan, mencari penerbit, sampai menyaksikan bukunya bisa dibaca orang lain dan barangkali bisa best seller, dicetak berulang-ulang.
5. Biasakan diri untuk menulis
Pepatah juga blag bahwa bisa karena biasa. Selain dengan terbiasa menuis di diary, biasakan juga menulis artikel. Coba publikasikan dengan seorang awan terdekat anda, serta minta arahan dan komentarnya. Apalagi jika ada mau mempublikasikannya di dunia maya. Kita dapat menggunakan email untuk menyebarkannya maupn blog untu mempublikasikannya secara lebih meluas.

Sebenarnya apa-apa yang tertulis diatas sudah tdak ada maknanya lagi karena teori tersebut sudah banyak diantara kita yang hafal di luar kepala.
Jika menurut anda tulisan diatas terasa garing dan hanya membuat pusing, maka duduklah dan menulisah
Itu saja
Selama Berkarya

ctt :
• Komentar dan pertanyaan silahkan disampaikan melalui : fajar_online@rocketmail.com
• Disadur dari fajar-cerah.blogspot.com


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib Diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

454 thoughts on “>Dengan Pena Ku Hidup, Tanpa Pena Ku Meredup