>PEMIMPIN IDEAL UNTUK INDONESIAKU 371


>

Bicara tentang sosok pemimpin ideal yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan, tentunya kita mendambakan pemimpin yang pola kepemimpinannya sinergis dengan aspirasi rakyat. Namun, ketika mulai bermunculan calon-calon yang akan menjadi nahkoda negeri ini di media massa, kita pun bernafas panjang. Pasalnya, calon-calon yang tengah sibuk berkampanye adalah tokoh-tokoh lama yang bermake-up. Megawati Soekarno Putri, yang pada masa pemerintahannya menjual Indosat ke pihak asing, atau Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, beliau turun dari kursi kepresidenan karena dianggap tidak layak menjadi pemimpin negeri ini. Dan pemimpin kita yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang jelas-jelas telah melakukan privatisasi pendidikan, akan mencalonkan lagi pada Pemilu yang akan datang. Para tokoh tersebut berargumen ingin memperbaiki kinerja atau ingin melaksanakan program-program yang belum terlaksana saat menjabat menjadi presiden. Dan masih banyak lagi apologi para tokoh tersebut.

Ketika di layar televisi dipenuhi dengan berita-berita bencana baik bencana tanah longsor, angin putting beliung, sampai bencana banjir yang hingga hari iini belum berakhir. Di saat masyarakat Bojonegoro diliputi dengan tangisan pilu karena semua harta benda, bahkan sanak saudara mereka tersapu oleh banjir dan masyarakat Tuban tidak tahu lalgi di mana mereka harus berteduh melepas kepenatan hidup karena rumah-rumah mereka tergenang banjir, gempa di wilayah Sumatera serta yang terbaru adalah kerusuhan Pilkada di Gorontalo yang menelan korban, dan masih banyak lagi. Di saat yang sama pula muncul berita-berita tenang maraknya “promo” calon pemimpin-pemimpin kita yang banyak bermunculan di media, ataupun yang langsung bertebaran di sudut-sudut kota. Pemimpin negeri ini pun yang seharusnya memikirkan bagaimana mengatasi bencana-bancana tersebut justru sibuk berfikir bagaimana bisa tetap berkuasa lagi pasca pemerintahannya.

Kinerja para pemimpin kita yang kurang maksimal (baca: mengecewakan rakyat) baik pemimpin yang sekarang yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ataupun pemimpin-pemimpin sebelumnya yaitu Megawati, Abdurrahman Wahid, B.J. Habibie sampai Soeharto menimbulkan tanda tanya besar. Apakah pemimpin-pemimpin kita tersebut yang notabene orang-orang yang dipercaya oleh rakyat sebagai orang yang layak memimpin negeri ini adalah merupakan kesalahan sejarah?

Padahal, dilihat dari segi umur, para tokoh tersebut sudah saatnya menikmati hari tua bersama anak cucu. Sudah saatnya orang-orang yang memimpin negeri ini adalah orang-orang yang mempunyai integritas tinggi, artinya sense of belonging-nya bagus, sehingga manajemen diri dan timnya bagus. Selain itu, seorang pemimpin harus harus bisa berkomunikasi dua arah dengan rakyat sehingga program-program yang dijalankan sesuai dengan aspirasi rakyat. Di samping integritas dan komunikasi, seorang pemimpin harus mampu memberikan kontribusi untuk negeri ini. Tidak mencari penghidupan dari rakyat, tetapi harus bisa menghidupi rakyat.

Sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar layak dinobatkan menjadi pemimpin yaitu orang-orang yang mempunyai integritas, komunikasi serta kontribusi yang bagus. Dan kita sebagai rakyat yang berhak menentukan orang-orang yang layak memimpin negeri ini.

Leave a comment