>Berhiaslah Wahai Wanitaku 39


>

Berabagai merek parfum, kosmetik dan jenis pakaian saat ini memiliki pangsa pasar yang cukup bagus yakni dengan menjadikan wanita sebagai objeknya. Di jalan-jalan, mal-mal, hingga di lingkungan formil mereka menebar sejuta pesona yang melekat dalam diri mereka. Lantas benarkah apa yang mereka tebarkan itu adalah pesona sedangkan sejatinya itu hanyalah fitnah belaka.

Berhias atau tabarruj sudah merupakan hal yang lazim terjadi di dunia masa kini. Adapun makna dari tabarruj itu sendiri cukup banyak ulama’ yang mengartikannya dalam beberapa pengertian antara lain sebagai berikut :
1. Az Zajjaj Abu Ishaq Ibrahim ibn Sirri Menerjemahkannya sebagai perbuatan yang menampakkan perhiasan dan segala yang mengundang syahwat laki-laki.
2. Qatadah mengartikannya sebagai wanita yang keluar rumah dengan berjalan lenggak-lenggok dan genit.
3. Ibnul Atsir memahaminya sebagai perbuatan yang menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang ajnab (Bukan Mahram).

Lantas bagaimana dengan keadaan lingkungan kita yang seakan dipenuhi wanita yang berjalan dengan penuh dihiasi perhiasannya. Mulai dari perhiasan berupa benda hingga perhiasan berupa kecantikan yang amat sangat mempesona bagi kaum lelaki tersebut? Jika kita mau menyisihkan sejenak waktu kita guna membuka Alquran, maka akan kita dapati di sana beberapa ayat yang melarang secara tegas perbuatan tersebut. Antara lain QS Al-Ahzab;33, QS An-Nur;60 ditambah beberapa Hadits Nabi. Apapun yang terjadi selama ini, mulai seorang muslimah yang “telanjang” dengan pakaiannya, hingga mereka yang menggunakan kerudung “Gaul”, dengan pernak-pernik, pendek, transparan, wangi, lalu berjalan-jalan di muka umum bersama cincin, gelang dan berbagai perhiasannya dengan bangga seolah berkata “pandanglah aku, lihatlah aku..”
Satu hal yang selayaknya menjadiperhatian kita, adalah bahwasanya dosa besar akan diancam dengan tegas dalam Quran berupa siksaan dan azab. Sementara wanita yang keluar rumah dengan pakaian telanjangnya, dengan tabarrujnya, dan mereka menebarkan fitnah maka sudah dijelaskan bahwa mereka tidak akan mencium bau surga. Baunya saja tidadk dapat menciumnya, apalagi merasakan nikmatnya kehidupan surga?
Apakah ancaman ditas bermakna tabarruj adalah hal yang remeh? Berhati-hatilah.
Lantas dengan apa selayaknya mereka berhias??
Dengan dasar Quran dan Hadits sudah jelas bahwa hanya ada 2 hal yang dapat menjadi perhiasan kita. Yani keimanan dan Ketaqwaan pada Allah SWT. Maka Berhiaslah hai wanitaku dengan perhiasan yang telah ditentukan oleh Allah dengan jalan menambah keimanan dan Ketaqwaanmu. Satu lagi perhiasan yang tidak kalah mahalnya, Yakni rasa malu. Perhiasan yang terakhir inilah yang pada akhirnya dapat melepaskankita dari kejelekan baik di dunia maupun di akhirat. Tetap berhias di bawah Ridla Allah, niscaya kecantikanmu menjadi kecantikan yang sewajarnya.

Leave a comment