>Mensucikan hati? Why Not?? 23


>

Kita tentu amat sering mendengar istilah tazkiyah. Bahkan kalimat Tazkiyatun Nufus (Pensucian Jiwa) sudah menjadi tren masa kini dengan memanfaatkan media tulisan, ceramah, pelatihan dan sebagainya. Lantas dalam pensucian tersebut sejatinya apa yang perlu kita sucikan dari jiwa kita?

Ada 7 hal yang menjadi pokok dari pensucian jiwa tersebut. Jika ketujuh hal tersebut benar-benar dibersihkan dari jiwa kita, maka jiwa kita laksana akan lahir kembali..(Wah.. Kayak iklan pemutih nih..)

1. Tazkiyah dari Syirik kepada Tauhid.
Hal ini sudah tentu menjadi kewajiban sebab bagaimanaun juga Islam keimanan seseoranga adalah permasalahan Tauhid kepada Allah. Dengan percaya sepenuh jiwa raga kepada Allah maka seluruh kegiatan kita akan didasari keimanan tersebut.

2. Tazkiyah dari Riya’ kepada Ikhlas
Dengan keimanan yang tinggi, maka keikhlasan adalah ending dari setiap apa yang ia lakukan. Jiwa yang bersih dan bebas dari riya’ tak ubahnya jiwa yang dibersihkan dengan tinta, Maksud hati ingin lebih putih namun justru yang terjadi sebaliknya. Mengapa? Karena riya’ sudah disabdakan Naibi Muhammad SAW sebagai syirik kecil. Sebab jika orang itu terus saja pamer, maka ia akan memuji dirinya sendiri lebih daripada memuji Allah. Na’udzubillah.

3. Tazkiyah dari Dusta kepada Kejujuran
Sabda Rasul : Jujur itu mengantar kepada kebaikan. Kebaian itu mengantar kepada surga. Tiada seorang selalu jujur kecuali pasti dicatat sebagai orang yang jujur. Dan dusta itu mengantar kepada keburukan. Keburukan itu mengantar kepada neraka. Tiada seseorang selalu berdusta kecualli pasti ia akan dicatat sebagai pendusta.

4. Tazkiyah dari Khianat kepada amanat
Orang yang tidak amanah, sudah barang tentu akan menjadi bencana bagi orang lain. Dalam strata politik, semakin tinggi level jabatan seseorang, jika amanahnya tidak semakin kuat maka akan semakin hacur keadaan.

5. Tazkiyah dari Takabbur kepada Tawadlu’
Takabbur, lebih bermakna Batrul Haq wa Ghamtun Naas. Menolak kebenaran dan melecehkan manusia. Apapun maka kesombongan dalam perspektif kita, ujungnya nanti ada pada dua hal tersebut. Banyak diantara kita yang memahami makna kibr dengan poin kedua saja. Namun sejatinya orang yang menolak kebenaran, Tidak percaya jika diberi tahu mana yang halal mana yang haram, mana yang sunnah dan mana yang bid’ah, ya manusia seperti inilah yang pantas mendapat predikat sombong

6. Tazkiyah dari Tahajur kepada Tarahum
Menyambung Silatur Rahim, berkasih sayang, serta berbuat baik terhadap sesama manusia adalah menjadi kewajiban bahkan sejatinya menjadi harapan bagi setiap individu. Bagaimana jiwa kita bersih kalau masih menyimpan dendam dan masih merasakan benci. Bagaimana akan ber-Tazkiyah jika kita tak dapat berkasih sayang dan tak mampu menebarkan cinta.

7. Tazkiyah dari Akhlaq yang buruk kepada Akhlaq yang baik
Dalam bersosialisasi dengan kehidupan sosial masyarakat, tentunya akhlaq yang baik tak ubahnya seperti senjata yang kita bawa di medan peperangan. Tanpa akhlaq yang baik maka kita akan diberangus saat kita berhubungan dengan masyarakat nantinya.

Pada akhirnya, sucikan diri kita dari 7 hal diatas, Niscaya jiwa kita akan menjadi jiwa yang cemerlang dan jiwa yang dikasihi Allah SWT.

Leave a comment