>Satu Pesan Untuk Generasiku 39


>
Masa muda merupakan rangkaian hidup manusia yang nantinya akan berkembang menjadi dewasa dan akan berlanjut menjadi masa tua. Kenyataan hidup menunjukkan bahwa manusia melalui fase-fase berkembangan dari anak kecil menjadi besar, menjadi pemuda, lalu menjadi dewasa dan akhirnya menjadi tua. Dan ternyata pula proses perkembangan hidup manusia tidaklah berlangsung dengan mulus saja, tidak semua orang dapat meniti jembatan hidupnya dengan baik dan mulus tetapi ada masa sukar penuh dengan badai dan topan. Penuh goncangan, kebimbangan, kekecewaan dan masa-masa seperti itu menurut pengalaman dan pendidikan adalah masa muda (masa remaja).
Memang pada masa itu manusia dihadapkan pada tantangan yang banyak sekali, baik dari dirinya sendiri atau orang lain. Sehingga dengan demikian, banyak sekali pemuda kita yang tidak sanggup menghadapi kenyataan hidup yang dialaminya, akhirnya mereka menjadi pemuda yang kehilangan harapan dan masa depan, menjadi pemuda yang loyo, pemuda yang nganggur, pemuda yang frustasi dan lain sebagainya.
alim ulama’ dan pemimpin masyarakat. Bimbingan tersebut merupakan ajaran agama yang ditanamkan dalam jiwa mereka secara terus-menerus, sebab agama merupakan pelita yang menerangi kehidupan. Agama dapat mengatasi beban penderitaan yang dihadapi manusia.
Agama melarang manusia untuk melakukan hal-hal yang negative yang merugikan baik dirinya sendiri atau orang lain. Sifat-sifat rendah seperti putus asa, bunuh diri, dan pengecut merupakan moral-moral kerdil yang bertentangan dengan norma-norma agama.
Maka dengan sendirinya pemuda yang ditatar dengan ajaran agama sejak dini akan sanggup dan tangguh menghadapi pergolakan hidup yang beraneka ragam bentuknya. Mereka tidak mudah terbawa arus kenyataan hidup yang dihadapinya. Segala persoalan hidup dapat diatasi dengan kebesaran jiwa dan kedewasaan berfikir yang didasari dengan iman yang kuat kepada Allah.
Begitu pula pemuda yang ditatar dengan agama tidak mudah terpengaruh oleh kebudayaan luar yang merusak citra kepemudaannya. Mereka tetap berjuang melawan hawa nafsu yang akan menjerumuskannya ke dalam kesesatan. Pemuda yang seperti inilah yang dibanggakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits yang artinya:

“Sebaik-baik pemuda diantara kamu adalah pemuda yang menyerupai orang tua dan sejelek-jelek orang tua adalah orang yang menyerupai jiwa pemuda.”

Idealisme kepemudaan lari dari jiwanya, harapan untuk meraih prestasi di masa depan lenyap dari pandangannya, tiada semangat dan usaha untuk mengubah nasibnya. Karena beranggapan bahwa jalan menuju kebahagiaan tertutup dengan dinding besi yang tidak mungkin dapat dirobohkan lagi.
Di lain pihak, para pemuda kita terperosok ke dalam jurang kesesatan, menjadi korban minuman keras, pergaulan bebas, menghisap ganja, morfin, merampok dan lain sebagainya. Sehingga mereka sama sekali tidak dapat diharapkan menjadi tiang-tiang Bangsa dan Negara yang kokoh yang akan mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi Negara dan Bangsa. Bahkan kehadiran mereka dalam kehidupan hanya menimbulkan ketimpangan sosial dan kekacauan hidup bermasyarakat. Oleh karena itu, pemuda sangat membutuhkan adanya bimbingan dan pengarahan yang serius dari orang tua, para pendidik
Jadi hadits di atas menunjukkan bahwa pemuda yang baik adalah pemuda yang menggunakan masa mudanya untuk mengabdikan diri kepada Allah dan kepada sesama manusia. Walaupun mereka masih dalam usia muda, tapi pandai memelihara keseimbangan batin, tidak mudah menuruti perasaan atau emosi yang meluap-luap. Mereka berfikir dewasa dan berpandangan jauh sebagaimana layaknya orang tua yang sudah banyak makan garam kehidupan. Pandangan terus ke depan menerobos liang lahat sebagai tempat peristirahatan terakhir setelah mereka bergulat dengan
perjuangan hidup di dunia fana ini
Tapi sebaliknya, orang tua yang buruk adalah orang yang kematiannya sudah di ambang pintu, tetapi jiwa dan lagaknya seperti halnya anak muda yang berusia remaja. Mereka masih suka bersenang-senang. Bertambahnya usia tidaklah membuat mereka sadar bahwa tidak lama lagi mereka akan mati dengan membawa amal perbuatan yang akan dilaporkan kepada Hakim Yang Maha Adil yaitu Allah SWT.

(Terima kasih kepada adinda Nur Khoirot buat artikelnya. Kirimkan artikel anda melalui fajar_online.mypost@blogger.com)

Leave a comment