>Indahnya Islam bagi masyarakat dunia 51


>”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam”.

Sejatinya, syari’ah islam itu dijadikan sebagai rahmat bagi seluruh ummat manusia. Namun hinga saat ini perilaku ummat islam justru jauh dari kata rahmat atau kasih sayang itu sendiri. Sejatinya apakah yang terjadi???

(QS Al-Anbiya’: 107)
Arti Islam
Islam secara etimologi berarti; berserah diri, dan tunduk patuh. Secara terminologi artinya berserah
diri kepada Allah dengan cara men-tauhidkan-Nya, tunduk patuh dengan melaksanakan ketaatan
atas segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta bebas diri dari perbuatan syirik dan
orang-orangnya.
berterima kasih kepada Allah karena diberi karunia agung ini. Bisa mengikuti ajaran nabi yang
mulia, bisa menunuaikan kewajiban yang seharusnya.
Sehingga bukti terimakasih tadi berupa senantiasa beribadah kepada Allah dengan ikhlas,
mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan. Ia beramal sholih, berakhlak mulia, beradab dengan
adab yang bermanfaat. Menjauhi perbuatan syirik, meninggalkan amal dan akhlak yang buruk yang
membahayakan hati dan badan.
Keindahan Islam berupa perintah dan larangan.
Islam menyuruh kepada setiap kebaikan serta melarang dari setiap keburukan. Tiada satu
kebaikanpun kecuali Islam telah membimbingnya, sebaliknya tiada satupun keburukan kecuali
Islam telah melarangnya.
Di antaranya yang utama, Islam memerintahkan untuk bertauhiddan melarang syirik
Dengan tauhid ini umat menjadi mulia, menampakkan harga diridan memberikan kelezatan
iman.
Islam memerintahkan untuk berbuat adilserta obyektif. Melarang dholim.Islam
memerintahkan Iman melarang kufur Menganjurkan mengikuti sunnah melarang
bid’ah . Memerintahkan jujur transparansi melarang menipu , promosi palsu, laporan
fiktif, curang dalam menimbang , dan setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka
nerakalah yang paling tepat balasannya
Islam memerintahkan agar amanah melarang khiyanat Manajemen pribadi, keluarga
maupun institusi yang akurat, bertanggung jawab bukan manajemen yang penuh dengan
kepentingan pribadi.
Islam memerintahkan menetapi janji melarang ingkar janji memerintahkan berbakti
kepada ibu bapak melarang mendurhakainya , memerintahkan taslim melarang murtad
, memerintahkan berakhlaq mulia tawadhu’ , dermawan , kasih sayang melarang
berakhlaq bejat liar, sombong , hasad , suka menggunjing , memfitnah , adu
domba , provokasi, mencela , meremehkan orang lain , dan sebagainya.
Islam menjaga jiwa dan kehormatan, melarang pertumpahan darah, pembunuhan tanpa haq
dan kesewenang-wenangan . Oleh karenanya siapa yang membunuh tanpa alasan yang benar
maka hukumannya qishos.
“Sesungguhnya darah kalian, harta benda kalian, kehormatan kalian, haram atas kalian seperti
terlarangnya di hari ini, bulan ini dan negeri ini. Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang
tidak hadir” (HR Bukhori)
“Lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim” (HR. An-Nasai)

Islam menjaga nasab keturunanmengharamkan zina dan yang mendekatinya. Seperti
sekarang ini; pacaran, gaul bebas antara laki-perempuan, model busana yang membangkitkan
pemerkosaan, dan budaya musik, joget Fenomena hamil sebelum nikah sepertinya sudah biasa,
apel dan kis-kisan layaknya bukan persoalan. Betapa sudah mengerikan sesungguhnya. Oleh
karenanya barangsiapa yang berzina maka hukumannya rajam bagi yang sudah berkeluarga, dan
dicambuk 100 kali bagi lajang
Islam menjaga akal mengharamkan setiap hal yang memabukan seperti khomer,
narkoba dan rokok. Oleh karenanya siapa saja yang terbukti mengkonsumsinya dihukum dera 80
kali Bahkan Bandar narkoba dipenggal kepalanya. Hukum bagi tukang sihir adalah digantung

Islam menjaga harta Oleh karenanya siapa yang mencuri mencapai kadar ¼ dinar hukumannya
potong tangan. Bagi koruptor, bagi perampok, penipuan berat, spekulasi hukum dan sejenisnya
hukumannya adalah dipotong secara salib
Islam mengajarkan produktivitas kreatifitas, kerja keras berlomba dalam kebaikan
melarang boros , malas dan curang. Islam menyuruh kita berikhtiar mencari rizki,
menjaga kehormatan, mensejahterakan masyarakat, melarang menghinakan diri dengan
mengemis dan menjadi beban orang lain . Oleh karenanya Islam mengajarkan bekerja
dengan jujur, amanah, bahkan menjanjikan kehidupan yang baik .
Islam melarang tasyabbuh (menyerupai) . Yaitu laki-laki menyerupai wanita atau sebaliknya
. Menyerupai orang kafir , menyerupai orang-orang jahat dan hina.
Agama ini memerintahkan kepada yang halal baik pekerjaan maupun harta , melarang korupsi
, riba , spekulasi , suap , dan sejenisnya. Bukan seperti saat ini. Dimana realita yang
ada hukum yang berlaku adalah hukum gado-gado, politik obral janji, ekonomi riba dan budaya
mata duwitan.
Islam memerintahkan kebersihan ), hidup sehat, makan bergizi , melarang hidup kotor dan
najis .
Islam mengajarkan jiwa social , bersikap adil , bijaksana, mencintai sesama , silaturahmi
, menjenguk orang sakit , memuliakan tetangga, tamu , mengantar jenazah ,
menyantuni fakir miskin , menyebarkan salam , bekerjasama dalam kebajikan , amar
ma’ruf nahi munkar , bahkan mendoakan orang bersin , Melarang sebaliknya; jiwa-jiwa
binatang buas.
Alangkah indahnya jika islam benar-benar diterapkan. Karena tidak akan berani macam-macam
otang yang hendak melakukan kejahatan. Maka masyarakat akan merasa aman, terlindungi,
tersantuni, dibantu, disayangi, diupayakan kesejahteraannya.

Leave a comment