>Makalah Akdariyah 1


>Akdariyah artinya “mengeruhkan” atau “menyusahkan”. Yaitu kakek menyusahkan saudara perempuan dalam pembagian warisan. Masalah ini terjadi ketika ada orang yang meninggal dengan meninggalkan ahli waris yang terdiri dari : suami, ibu, saudara perempuan kandung / sebapak dan kakek.

Dinamakan Akdariyah karena menurut suatu pendapat yang mengajukan persoalan ini bernama Akdar. Dalam kasus akdariyah ini, susunan ahli waris adalah suami, kakek, saudara perempuan dan ibu. Dalam hal ini juga yang dipertimbangkan adalah hak yang akan diterima oleh kakek jangan sampai ia mendapat sedikit.
Jika kakek ditempatkan sebagai ashobah karena ia satu-satunya kerabat laki-laki maka ia tidak akan dapat apa-apa karena harta habis terbagi di kalangan dzawil furud. Suami mendapat ½ karena pewaris tidak meninggalkan anak, ibu menerima 1/3 karena tidak ada anak dan demikian pula seorang saudara perempuan mendapat ½ karena pewaris adalah kalalah. Jumlah furudh akan menjadi ½ + ½ + 1/3 = 3/6 + 3/6 + 2/6 = 8/6. Kalau kakek diberi hak sebagai furudh 1/6 maka hal ini juga berbenturan dengan prinsip sebagai ayah, kakek harus menerima banyak lebih dari ibu, sedangkan dalam kedudukan sebagai seoarang laki-laki tentu tidak mungkin ia menerima lebih kecil dari saudara perempuan. Dalam hal ini kakek berada dalam posisi yang serba tidak enak.

Menurut kaidah umum, pembagian mereka adalah :
• Suami 1/2 = 3/6 = 3
• Ibu 1/3 = 2/6 = 2
• Saudara perempuan 1/2 = 3/6 = 3
• Kakek 1/6 = 1/6 = 1
9
Asal masalah : 6 dan dapat diseslesaikan dengan ‘aul = 9.
dalam pembagian di atas, kakek memperoleh bagian yang kecil daripada saudara perempuan. Padahal kakek dan saudara perempuan mempunyai kedudukan yang sama dalam susunan ahli waris. Bahkan kakek adalah garis laki – laki, yang biasanya memperoleh bagian lebih besar daripada perempuan. Maka dalam masalah ini terdapat 3 pendapat dalam cara penyelesaiannya, yaitu :
1. Menurut pendapat Abu Bakar ra. Saudara perempuan kandung sebapak mahjub oleh kakek. Sehingga bagian yang diperoleh oleh masing – masing ahli waris adalah : suami 1/2. Ibu 1/3 kakek ashabah, dan saudara perempuan terhijab hirman.
2. Menurut pendapat Umar bin Khattab dan Ibnu Mas’ud, untuk memecahkan masalah di atas, maka bagian ibu dikurangi dari 1/3 menjadi 1/6, untuk menghindari agar bagian ibu tidak lebih besar daripada bagian kakek. Sehingga bagian yang diperoleh masing – masing ahli waris adalah : suami ½, ibu 1/6, saudara perempuan ½ dan kakek 1/6. diselesaikan dengan ‘aul.

3. Menurut pendapat Zaid bin Tsabit, cara menyelesaikan masalah akdariyah tersebut dengan cara menghimpun bagian saudara perempuan dan kakek, lalu membaginya dengan prinsip laki – laki memperoleh bagian dua kali bagian perempuan. Sebagaimana jatah pembagian umum, saudara perempuan ½ dan kakek 1/6 lalu digabungkan dan dibagikan untuk berdua dengan perbandingan pembagian saudara perempuan dan kakek 2 : 1

Leave a comment