>TELAT itu… WAJIB !!! 70


>Kebiasaan adalah kewajiban, meninggalkan kewajiban pantas dihukum..

keterlambatan pun telah menjadi kebiasaan di kalangan kita,, perlahan tapi pasti keterlambatan menjadi suatu kewajiban tersendiri dalam lingkungan kita.. maka barang siapa yang tidak terlambat maka dia pantas dihukum.. Benarkah analogi tersebut??

Molorisme, meminjam istilah yang digunakan dalam
bankartikel, merupakan budaya yang melekat di dunia masa kini. tiket pemberangkatan kereta api yang tertulis menitnya pun masih juga mengalami kemoloran hingga puluhan menit. Serta apa yang terjadi dalam berbagai undangan yang tersebar diantara kita, agenda akan dilaksanakan beberapa waktu setelah waktu yang tertulis.

Mengapa kita seakan terbius dengan “alon-alon asal kelakon”?, berhati hati asal selamat, terlambat asal terlaksana. Bukankah harusnya kita menggunakan “Time is Money” yang bermakna menghemat waktu sama dengan menghemat uang??. Mengapakita tidak menggunakan “Al waqtu kasy Syaif” yang berarti waktu adalah pedang agar kita tidak tertebas oleh pedang waktu?? Atau bahkan mengapa tidak kita gunakan sumpah Allah “Wal ‘Ashri” agar kita dapat menghormati waktu??

Undangan rapat, molor. undangan seminar, molor. Undangan Pelantikan, molor. Bahkan undangan makan-makan pun sempat juga molor.

Apa yang terjadi di lingkungan kita benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan. Dalam link di atas terdapat contoh sebagai berikut :

“akibatnya, sebagian kecil orang yang menghargai waktu, malah di cap sebagai orang aneh. Datang undangan rapat tepat waktu malah di cap mau ambil posisi. Datang undangan kawinan tepat waktu malah diketawain orang, lha wong pengantinnya baru akan muncul satu jam lagi kok! Lebih-lebih lagi, orang yang datang kondangan tepat waktu malah dianggap bukan orang penting. Soalnya, bila pejabat penting pasti datangnya belakangan. Nunggu orang-orang lain sudah pada datang dulu, biar ramai. Biar banyak orang lihat bahwa si pejabat hadir.”

Luar biasa bukan kemoloran yang terjadi saat ini?? rakyatnya, politisinya, pemerintahnya, mahasiswanya, semuanya telah tersusupi virus molorisme. Seandanya ada UU Anti Molorisasi dengan hukuman kurungan bagi pelakunya, maka penjara di Indonesia ini akan penuh oleh warganya yang masih memuja-muja budaya molor.

Saatnya kita berfikir dan menelaah dengan hati, waktu adalah karunia Allah yang luar biasa besarnya. Dapatlah kita memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. sungguh waktu yang telah kita buang melalui molor tersebut kiranya dapat digunakan dengan diisi kebaikan, atau hal lain yang lebih bermanfaat niscaya kita akan mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada hanya menuruti nafsu molor kita.

Waktu adalah nikmat Allah, Tidak menggunakan nikmat Allah dengan semestinya adalah dosa. Berarti menyiakan waktu serta tidak menggunakannya dengan kebaikan,malah megisinya dengan kemoloran adalah dosa!!

Jadi telat itu bukan wajib,, tetapi DOSA!!

Leave a comment