>PONSEL, DARI SILATURRAHIM HINGGA PHONE SEX 14


>“Hallow sayang,,

Udah bangun??

kangen nih…

Buruan mandi ya…”

Antara lain itulah cuplikan kalimat yang disampaikan via telepon oleh Supersonic dalam lagunya “Pacarku Cerewet”. Tapi bukan masalah cerewetnya pacarku yang ingin saya bahas di sini, melainkan tentang etika yang selayaknya ada ketika berbicara melalui telepon.

Seperti kita tahu, saat ini HP udah bukan lagi barang asing bagi genggaman tangan kita. HP bukan lagi menjadi perhiasan namun sudah merangkak kepada tingkat yang lebih tinggi yakni menjadi sebuah kebutuhan. Banyak orang yang memilih membeli pulsa daripada membeli buku. Bahkan tidak jarang ada orang yang memaksakan diri pulang ke rumah setelah menempuh setengah perjalanan saat bepergian hanya karena hapenya ketinggalan (Ini mah pengalaman pribadi..).

Hingga saat ini, Indonesia masih merupakan Konsumen HP yang memiliki rating cukup tinggi di dunia, yakni sekitar rangking 4. Rangking ini cukup membuktikan bahwa peredaran HP di Indonesia cukup kuat dibanding negara berkembang lain. Terbukti persaingan yang berkaitan dengan HP tampak “gemebyar”, mulai persaingan antar produsen HP, hingga antar operator. Sejatinya perkembangan ini tidak menjadi masalah jika diiringi perkembangan nilai-nilai moral yang positif juga, Namun rasanya harapan akan hal itu masih rada jauh dari warga Indonesia.

Saat sebagian diantara kita menjadikan HP sebagai sarana dakwah, sebagian lain malah menjadikannya sebagai sarana transaksi barang haram. Saat sebagian kita membaca Quran dari HP-nya, sebagian lain malah menonton Video Porno. Saat sebagian kita bersilaturrahmi lewat HP, Sebagian lain malah sedang Phone Sex. Dan parahnya lagi, sebagian lain yang ada kata “malah”-nya tadi itu jumlahnya sangat banyak, bahkan lebih banyak daripada sebagian yang nggak pake “malah”. Ada juga yang tega membunuh karena ingin merampas HP korbannya. Dan banyak lagi kejahatan lain yang bersumber dari HP.

Masalah komunikasi lewat HP-pun ternyata masih banyak yang tidak sesuai dengan Ajaran Islam. Ada yang menelepon tanpa salam, ada yang senagaja menelepon orang lain tengah malam, ada juga yang pacaran via telepon dan biasanya-pun tengah malam. Bahkan yang lebih parah lagi adalah terjadinya proses seksual yang dilakukan via telepon dengan diiringi desahan-desahan pasangan sambil melakukan single sex. Masyaallah.

Lantas bagaimana Islam mengajarkan cara yang baik dalam berkomunikasi via HP? Berikut beberapa point hasil tanya jawab dan sharing bersama temen yang menjelaskan mengenai etika yang harus kita jaga selama berkomunikasi via Handphone.

  • – Ceklah dengan baik nomor telepon yang akan anda hubungi sebelum anda menelpon agar anda tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang yang sedang sakit atau merisaukan orang lain.

  • – Pilihlah waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon, karena manusia mempunyai kesibukan dan keperluan, dan mereka juga mempunyai waktu tidur dan istirahat, waktu makan dan bekerja.

  • – Jangan memperpanjang pembicaraan tanpa alasan, karena khawatir orang yang sedang dihubungi itu sedang mempunyai pekerjaan penting atau mempunyai janji dengan orang lain.

  • – Gunakan sebagai sarana dakwah, untuk hal yang positif serta untuk “tawashou bil haq wa tawashou bish shobr”

  • – Dikarenakan suara wanita adalah aurat, atau setidaknya mudah menggoda, maka hendaknya wanita berhati-hati, jangan berbicara diluar kebiasaan dan tidak melantur berbicara dengan lawan jenisnya via telepon, apa lagi memperpanjang pembicaraan, memperindah suara, memperlembut dan lain sebagainya.

  • – Hendaknya penelpon memulai pembicaraannya dengan ucapan Assalamu`alaikum, karena dia adalah orang yang datang, maka dari itu ia harus memulai pembicaraannya dengan salam dan juga menutupnya dengan salam.

  • – Jika dirasa orang yang dihubungi belum mengenalnya, maka hendaknya ia terlebih dahulu memperkenalkan diri, layaknya etika seorang tamu yang bertandang ke rumah orang yang belum ia kenal.

  • – Tidak memakai telpon orang lain kecuali seizin pemilik-nya, dan itupun bila terpaksa.

  • – Tidak merekam pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya, apapun bentuk pembicaraannya. Karena hal tersebut merupakan tindakan pengkhianatan dan mengungkap rahasia orang lain, dan inilah tipu muslihat. Dan apabila rekaman itu disebarluaskan maka itu berarti lebih fatal lagi dan merupakan penodaan terhadap amanah. Dan termasuk di dalam hal ini juga adalah merekam pembicaraan orang lain dan apa yang terjadi di antara mereka. Maka, ini haram hukumnya, tidak boleh dikerjakan!

  • – Tidak menggunakan telepon untuk keperluan yang negatif, seperti ghibah / menggunjing, dan kejahatan komunikasi yang lain. Karena telepon pada hakikatnya adalah nikmat dari Allah yang Dia berikan kepada kita untuk kita gunakan demi memenuhi keperluan kita. Maka tidak selayaknya jika kita menjadikannya sebagai bencana, menggunakannya untuk mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain dan mencemari kehormatan mereka, dan menyeret kaum wanita ke jurang kenistaan. Ini haram hukumnya, dan pelakunya layak dihukum.

Allah berfirman yang artinya: “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik”. (Al-Ahzab: 32).

Maka semoga setelah membaca postingan ini kita dapat lebih beretika dalam berkomunikasi via HP.. Okey??

(Dari Berbagai Sumber)

Leave a comment