>MENEBAK AGAMA TUHAN 10


>Salam Perdamaian.

Agama adalah laksana jalan. Jalan yang di tempuh oleh seseorang untuk menuju tuhan. Namun apa yang terjadi akhir ini rasanya jauh dari teori agama yang ada. Saat ini, agama bukan lagi dijadikan jalan untuk mengantarkan seseorang kepada tuhan, namun banyak orang yang malah menuhankan agama. Menjadikan agama sebagai tuhan. Padahal, agama dan tuhan memiliki makna dan peran yang berbeda. Agama sebagai jalan, dan tuhan sebagai tujuan.

Salah satu dampak dari kesalahan persepsi orang yang menuhankan agama adalah seakan-akan tuhan itu adalah agama tersebut. ringkasnya,agama tuhan adalah agama yang dianut oleh orang tersebut. Lantas sejatinya, Apa sih agama yang dianut tuhan??

Mohon maaf jika saya terlalu lancang di balik kebodohan saya ini untuk kemudian mempertanyakan agama tuhan. Namun itu semua berawal dari kegundahan saya terhadap kelakuan para penganut fanatis agama tertentu yang mengklaim bahwa tuhan adalah seagama dengan mereka, atau setidaknya setiap agama memiliki tuhannya sendiri.

Padahal, yang seringkali mereka perdebatkan sejatinya hanyalah istilah. Istilah yang menunjukkan arah mereka menghadap dan menyembah, dan istilah yang mengarah kepada zat yang maha segala maha. Allah, robb, ilah, YHWH, Sang Hyang Widhi, tuhan, Arche, causa prima, God, Lord, akal pertama, dan ungkapan lain yang senada dan sama-sama menunjukkan arah zat yang di sembah dan zat yang maha.

Jika demikian, berarti manusia yang ada saat ini malah memaksa zat yang maha tersebut untuk menjadi seakan-akan masuk ke dalam golongan agama mereka. Saya bahasakan dengan “seakan-akan” karena memang tidak ada satupun pernyataan dari tuhan dalam kitab suci agama manapun yang menyebutkan bahwa tuhan seagama dengan mereka.

Padahal, tanpa perlu sekolah tinggi sekalipun, orang juga akan tahu bahwa tidak sepantasnya tuhan itu mengikuti paksaan manusia. Yang ada malah manusia yang harus menuruti perintah tuhan. Kemudian jika tuhan masih dipaksa pula untuk beragama?. Mungkin saja naluri keagamaan tuhan sesuai dengan statistik sebagai berikut :

pertama. Tuhan beragama salah satu dari seluruh agama yang ada di muka bumi ini. Jika demikian, maka yang terjadi adalah suatu monopoli keagamaan, dan sifat maha kuasa dan ke-universalan tuhan dipertanyakan, karena ia bukan lagi tuhan yang universal, namun tuhan bagi segelintir golongan saja. Apakah pantas ia menjadi tuhan?

kedua. Tuhan mengakui terhadap dan menggolongkan dirinya pada seluruh agama di muka bumi. Inipun juga meragukan. Meskipun inti dari ajaran agama manapun adalah baik, benar dan tidak saling bertentangan, namun dalam penjabarannya banyak perbedaan. Lantas dimana kaki tuhan berpijak dalam perbedaan tersebut? Apalagi kalau ia plin-plan antara agama-agama tersebut. Tuhan koq plin-plan.

Lagi pula, jika tuhan itu beragama, maka akan kita temukan kerancuan di sini. Tuhan koq beragama, padahal agama adalah jalan menuju tuhan. Jika tuhan itu beragama masak ia berjalan menuju dirinya sendiri?

Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa Tuhan itu tidak beragama. Sehingga tidak pantas bagi seorang manusia untu mengklaim seakan-akan tuhan itu seagama atau turut memeluk agama yang ia anut.

Meskipun tuhan itu tidak beragama, namun bukan berarti ia Atheis, sebab atheis itu tidak percaya adanya tuhan. Jika tuhan itu atheis berarti tuhan ga PD donk jadi tuhan…

Leave a comment