>Beragama tidak butuh kolom dan rubrik 19


>Prosesi penghapusan kolom agama oleh admin dirasa menjadi peristiwa bersejarah yang mengguncang jagad kompasiana. Salah satu pemicunya adalah banyaknya tulisan terkait agama yang justru menjadi ajang perdebatan yang berujung pada permusuhan.

Bukan pada posisinya jika saya harus membedah tepat atau tidaknya keputusan admin dalam memusnahkan kolom tersebut, karena itu adalah hak penuh admin sebagai penguasa, bahkan tuhan di jagad kompasiana ini.

Namun, setelah penghapusan kolom dilakukan, selesaikah semuanya? Apakah tidak ada lagi kata kasar yang memancing permusuhan khususnya berkaitan dengan agama? Jawabnya “TIDAK”.

Agama tetaplah menjadi agama. Tulisan juga tetaplah tulisan. Agama bersifat kompleks yang dapat berdiri menginjak yanah manapun yang ia mau. Dalam teknologi, agama punya peran. Dalam ekonomi, agama ikut andil. Dalam politik, agama juga bisa masuk. Agama tetaplah menjadi agama.

Tulisan yang bernada agama-pun tidak serta merta hilang begitu kolom agama dihapus. Tulisan tersebut malah menjelma dengan sedikit penggeseran redaksi kata, dengan maksud yang sama, akhirnya tulisan tersebut lolos masuk kompasiana di jalur filsafat, sosbud, politik, media, dan sebagainya.

Maka dari itu, jangan berhenti ketika ingin berceloteh tentang agama. Banyak jalan menuju roma, banyak kolom yang sanggup memuat agama.

Leave a comment