>EA, SInetron yang tak ada habisnya 17


>Dengan tidak mengurangi rasa hormat, baik kepada Mr. EA maupun kepada kompasianer’s dan blogger’s lain yang telah banyak mencoba untuk membedah dan mem-blejeti Mr. EA dari segi pribadi, tulisan maupun pemikiran.

Sesungguhnya saya bukanlah seorang “sinetra holic”, juga bukan sosok pengamat, apalagi peneliti. Saya hanyalah seorang penonton. Oleh karenanya, apa yang tertulis di sini hanyalah hasil celoteh penonton belaka, bukan hasil pengamatan dan penelitian. Tak ubahnya ibu-ibu yang menonton sinetron lantas berkomentar dengan gaya sok sutradara.

Kisah perjalanan EA di Kompasiana rasanya bagaikan sinetron yang memikat dan membius para penonton untuk tetap menyimak dan menikmatinya. Mulai dari dikejar-kejar oleh penguasa (admin), pembunuhan terhadap akunnya, hingga pindah channel untuk tetap eksis. Tak jauh dengan sinetron “C*nta F*tr*”.

Begitu menariknya sinetron ini hingga berbagai macam rating kerap diisi namanya, hingga banyak penulis lain yang mencoba menelitinya, dan hingga banyak kompasianer yang setia mengikuti kisah perjalanannya. Coba saja tuliskan namanya di google. Berapa banyak hasil yang keluar, berisi tulisan Mr. EA sendiri maupun tulisan orang lain tentang dirinya.

Namanya juga sinetron, pada setiap session sejatinya tetap menuguhkan gaya yang sama. Begitu juga dengan sinetron Mr. EA. Meski ceritanya mengandung banyak kisah, tetapi tetap saja nilai keagamaan menjadi hal yang menonjol di setiap akunnya.

Lantas, berapa session lagikah sinetron ini akan tetap memikat kita? Berapa banyak lagikah orang yang akan tersesatkan dan tercerahkan oleh tulisannya? Berapa kali lagikah pembredelan yang akan ia terima? berapa kali lagi ia akan ber-inkarnasi???

Silahkan ditunggu jawabannya, tetap di sinetron Mr. Erianto Anas.

Leave a comment