>Peluh Pemimpin adalah Emas bagi rakyatnya


>

Leiden is Lejden, sebuah kata mutiara berbahasa belanda, mencakup dua kata yang hampir sama, hanya selisih satu huruf. Leiden bermakna memimpin, dan lejden berarti menderita. Beberapa sumber menuliskannya Leiden is Ujden, ataupun Leiden is Lijden.

Ungkapan tersebut pernah diangkat oleh Mr. Kasman Singodimedjo, haji agus salim dan Mohammad Roem di hadapan para pemuda yang berdiskusi di rumahnya. Een leidersweg is een lijdensweg. Memimpin adalah jalan yang menderita.

Dalam pemaknaan singkat, kesuksesan seorang pemimpin akan tergambar dari derita yang ia rasakan. Semakin menderita, maka semakin sukses pula ia memimpin. Namun akan menjadi naif jika kita hanya memaknainya secara singkat saja, namun tidak menelusurinya dengan pemahaman yang lebih dalam.

Satu kepala, satu otak, satu penafsiran, maka setiap diri anda mungkin akan memiliki penafsiran yang berbeda-beda dalam memahami maksud dari judul yang tertulis di atas. Maka terserah anda bagaimana memahami maksud tulisan ini.

Dalam bayangan saya, derita tersebut dapat ditinjau dari totalitas sosok pemimpin yang mencurahkan segala apa yang ia miliki untuk rakyatnya. Waktu, tenaga serta dana siap diberikan untuk rakyatnya. Itulah pemimpin. Bahkan di tengah kesusahan pribadi yang ia derita, ia harus menelannya bagaikan menelan pil pahit dan tidak mengiba mencari belas kasihan rakyatnya adalah termasuk dari derita yang wajib dimiliki sosok pemimpin.

Lantas bagaimana dengan kita? Sudah siapkah kita menderita sebagai sosok seorang pemimpin?

Leave a comment