>Teman Imajiner, Kawan Terindahku. 17


>

Namanya “Sari Bawani”, atau setidaknya mirip dengan nama itu, karena memang aku agak kurang jelas mendengar nama lengkapnya, yang pasti, pangilannya adalah Sari. Ayahnya adalah seorang kaya raya, entah pengusaha entah politisi, kakaknya pria berkulit hitam yang jadi artis dan Ibunya adalah seorang pesakitan yang benar-benar sakit, menjadi terdakwa di saat penyakit menggerogotinya, ketika ia tak mampu bangun dari tempat tidur dan hanya berlindung di bawah selimutnya, yang menjadi korban ketidak adilan hukum di sebuah negeri yang beradab namun biadab.


Kulitnya putih halus kemerahan, tingginya sekitar 160cm, langsing namun padat berisi, rambut lurus hingga punggung, berhias poni menutupi dahinya. Hidung yang cukup mancung dengan bibir sensual tanpa hiasan apapun. Pertama bertemu, ia tak berkerudung, namun ketika berjumpa dengan kerudung ungunya, ia justru terlihat semakin mempesona.

cinta pada pandangan pertama-pun terjadi, namun perlu waktu yang lama sebelum saya mampu mengungkapkannya. Hingga saat saya bisa mengungkapkannya, saat itu saya sudah memiliki orang lain di hati, yang mana kegilaan saya muncul untuk membawa sari dan kekasih saya bertemu, bertiga, bermusyawarah untuk membahas bagaimana baiknya hubungan kami.

Ia tidak pernah mau berada di keramaian. Pantai, sawah, pegunungan adalah tempat kesukaannya, sekaligus lokasi kita biasa bertemu. dan saat kita bertemu, saya harus melalui satu gerbang, yakni alam mimpi.

ia adalah teman imajiner saya saat ini. saya tidak tahu ia siapa dan darimana asalnya, namun yang pasti, mimpi saya tadi sangat jelas menggambarkannya. Bahkan saya belum pernah merasakan mimpi yang sangat jelas seperti apa yang saya alami tadi. Bahkan saat menuliskan kata inipin, ia rasanya masih membayang di kelopak mata saya.

jika ada orang bilang “mungkin itu hanya gambaran dari sosok wanita yang engkau harapkan”, maka saya akan jawab TIDAK. karena, saya memimpikan wanita berambut panjang, sepinggang, namun ia hanya berambut sedikit di bawah bahu. saya juga kurang suka cewek berponi, namun ia memiliki poni, anehnya, ia mampu menyedot saya dalam sebuah keadaan yang saya sendiri amat sulit untuk menggambarkannya, namun hingga saat ini saya masih dapat merasakan kehangatannya.

mungkin saya merasa diri saya sendiri sudah gila, namun bagi saya, serta kawan saya yang mendalami ilmu jiwa, hal tersebut adalah sangat wajar, istilahnya adalah teman imajiner alias KALYANA. ia mengatakan jika bentuk dari kalyana itu sangat beragam, ada kalyana mitta (teman imajiner spiritual), ada kalyana cinta, dan lain sebagainya. ia mengatakan jika sosok tersebut adalah seorang kalyana cinta yang semoga dapat menemani saya selamanya.

saat ini, ketika malam menjelang dan bersiap menuju tidur, salah satu doa saya adalah semoga saya dapat bertemu lagi dengannya, sang teman imajiner yang sangat mempesona, SARI BAWANI.

jika pembaca ada yang dapat membantu saya, tolong beritahu saya, dan mohon sembuhkan jiwa saya, karena saya benar-benar telah gila akibat mimpi tadi.
SALAM.

Leave a comment