>Sugesti Pembakar Garirah di Atas Ranjang 63


>

Faktor usia memang sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas hubungan asmara. Jika biasanya saat muda menganut aliran “Bayangan HiduP” dimana baru membayangkan saja sudah hidup, kemudian setelah cukup umur memakai filsafat “pandangan hidup” dimana baru memandang saja sudah hidup”, kemudian seiring bertambahnya usia berubah menjadi “pegangan hidup”, yang kalau dipegang dulu baru bida hidup, kini kayaknya Parman memasuki fase yang paling kritis, yakne fase “harapan hidup”, dimana bangkitnya barang andalannya hanya jadi harapan saja.

Setelah perjuangan dan berbagai usaha dilakukan oleh parman untuk membangkitkan barangnya yang sudah loyo, Mulai dari konsultasi dokter sebagaimana kisah yang sebelumnya disini, hingga pergi ke ahli pengobatan alternatif, dalam hal ini seorng hipnoterapis yang cukup handal.

Dalam kesempatan tersebut, parman langsung diajak praktek ketika tiga orang gadis ditanya “wajah parman itu cakep apa jelek?” sontak ketiganya mengatakan “JELEK…”. Namun setelah parman dipersilahkan untuk mendikte ketiga gadis tersebut dengan kalimat sugesti “parman cakep, parman cakep..” dan seterusnya yang diulang sebanyak 300 kali, kemudian sang hipnoterapis menanyai ketiga gadis tersebut dengan pertanyaan yang sama, sontak ketiga gadis tersebut menjawab “CAKEEP…”. Parman heran, takjub dan kaget. Akhirnya parman bermaksud mencoba hal tersebut degan istrinya.

Malam harinya, setelah istrinya pulang dari kantor, mandi dan makan malam, parman mulai mencoba membuka suasana romantis. Peluk dan ciuman hangat mendarat dimana-mana, bahkan malam itu terasa panas, lebih panas daripada malam pertama mereka dahulu. kemudian terjadilah hubungan maha dahsyat yang selama ini tidak terjadi di atas ranjang keluarga tersebut.

Satu jam mereka bergumul dan bergulat, akhirnya parman selesai melakukan hajatnya, istrinya merasa lelah dan ingin beristirahat. sejenak kemudian parman keluar dari ruangan, sekitar tiga menit kemudian parman masuk ke dalam kamar lagi, kemudian mulai lagi membakar panasnya malam itu. Bahkan lebih panas daripada sebelumnya, dan lebih lama daripada ronde pertama.

Setelah satu setengah jam mereka berolahraga disertai keringat yang mengucur deras dan lemak yang terbakar tuntas, selesai sudah ronde kedua. Setelah selesai ronde kedua, parman ditanyai oleh istrinya “Mas, malam ini kau luar biasa, apa sih rahasianya??” parman menjawab “Ada deh…” Kemudian setengah genit istri parman menantang si parman “Kalau mas bisa satu ronde lagi selama dua jam, maka apapun permintaan mas pasti aku berikan,,” parman menyahut “Oke, janji ya,, tapi aku minta waktu keluar dahulu selama lima menit..” Istrinya menjawab “Oke!”.

Kemudian parman beranjak keluar kamar. Satu menit kemudian, istri parman yang penasaran apa yang dilakukan parman di luar kamar akhirnya mengintip dari celah pintu sambil menguping. Ternyata parman sedang mensugesti dirinya dan “barang”nya,,, dan anehnya, sugesti yang diberikan adalah sebagai berikut “Dia bukan istriku, dia pembantuku,, dia bukan istriku,, dia pembantuku..” dan kalimat tersebut ia ulang-ulang terus.. tiba-tiba sugesti parman berhenti akibat piring dan gelas yang mendarat di kepalanya, kemudian ia tak sadarkan diri.

@all : Terkadang, Hipnotis memang membuat kita tidak sadar, namun lemparan palu dari istri lebih cepat dan akurat dalam membuat kita tidak sadar.

Leave a comment