>Puasa Ramadlan Tidak Diwajibkan Allah 45


>

Sebelum membaca halaman ini lebih lanjut, buka lebar-lebar mata dan hati anda. bukan bermaksud mengangkat isu SARA atau apapun, namun hanya berniat sharing tentang apa yang saya tahu dan saya pahami, bahwasannya PUASA RAMADLAN ITU TIDAK DIWAJIBKAN OLEH ALLAH.

Jika kita memperhatikan betul ayat yang biasa disampaikan para khatib dalam khutbah maupun para penceramah di bulan puasa, tidak kita temukan satupun ayat yang secara tegas menyuruh kita berpuasa. Yang ada hanya larangan dan hal yang dibolehkan selama puasa. Lantas siapa yang mewajibkan kita berpuasa?

Kalau kata para kyai, kalimat yang berisi perintah puasa ada di dalam kalimat “Kutiba” dalam rangkaian kata “Kutiba ‘Alaikumus Shiyam”. Padahal, kata kutiba bermakna “dituliskan” bukan diwajibkan. Seandainya Allah mewajibkan puasa bagi kita, maka kata “kutiba” harusnya diganti “furidlo” ataupun “wujiba”..

Tidak banyak ayat alquran yang menggunakan kalimat kutiba ataupun kataba yang menjadi dasar ibadah. diantaranya dalam hal

  • wasiyat (كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِن تَرَكَ خَيْراً الْوَصِيَّةُ)
  • Qishash (كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى )
  • Shalat ( إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً)
  • dan lain sebagainya.


Penggunaan kata kutiba tersebut mengindikasikan

  • Hal tersebut sudah ada sebelum alquran diturunkan
  • hal tersebut sudah menjadi konsekuensi logis dari kehidupan manusia, sehingga tanpa perlu diperintah sekalipun harusnya dilaksanakan, sebagaimana makan, minum, tidur, dan lain sebagainya


Dalam kaitannya dengan puasa, shalat, qishash, dan wasiyat, tanpa perlu ada perintah sekalipun sudah menjadi konsekuensi bagi seorang mukmin untuk melakukannya. wasiyat, tanpa diwajibkan sekalipun sudah lazim orang yang memperi pesan sebelum meninggal. Qishash, sudah wajar dilakukan jika hilangnya nyawa dibalas nyawa. Shalat, sudah menjadi hal yang lumrah jika seorang hamba mengabdi dan melaporkan diri kepada tuannya, sebagaimana makhluk pada khaliknya. Puasa, adalah sebuah manifesto dari rasa syukur atas nikmat yang kita terima selama sebelas bulan, berbagi dengan orang yang biasa kelaparan, dan lain sebagainya.

Sehingga, sejatinya puasa tidak diwajibkan oleh Allah. yang mewajibkan adalah diri kita sendiri dalam hakikat kita sebagai seorang manusia yang beriman. Jika selama ini anda berpuasa karena perintah Allah, maka segeralah berubah, dan berpuasalah karena itu konsekuensi dari keimanan anda.

(tulisan ngawur dengan cara ngawur, dari obrolan ngawur di warkop yang ngawur)

Leave a comment