Indonesia, Negara Berpenduduk Agnostik Terbesar di Dunia 40


Salam hangat.

Postingan ini saya awali dengan keyakinan saya, bahwasannya negeri ini, tanah air Indonesia adalah sebuah negara dengan penduduk agnostik terbesar di dunia. Mengapa begitu? Yah, itulah uniknya negeri ini.

Sebagai sebuah negara dengan enam agama resmi yang diakui pemerintah, sudah barang tentu warga Indonesia bebas memilih agama apapun yang ia kehendaki. Bahkan, agama yang jelas-jelas dilarang di negara asalnya-pun dapat diikuti oleh warga negeri ini (baca kasus ahmadiyah). Pancasila sebagai sila dasar berdirinya Indonesia-pun menjadikan unsur “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi sila pertama (kalau belum diganti dengan Keuangan yang maha kuasa). Secara otomatis, dapat dikatakan bahwa mayoritas warga negeri ini adlah warga yang beragama (Theis).

Namun satu hal yang perlu digaris bawahi adalah agama yang dianut di negeri ini adalah agama sektor, agama zona atau dalam istilah lain agama berbasis lokasi. Di lokasi tertentu, seseorang merasa yakin betul tentang agama dan tuhannya, namun di luar lokasi tersebut, ia bisa menjadi tidak yakin bahkan mengingkari apa yang ia yakini di zona “beragama”. Ia bisa saja menjadi orang yang agnostik jika keluar dari wilayah “Beragama”.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia keluaran Pusat Bahasa, agnostik dideskripsikan sebagai “Orang yg berpendapat bahwa tiada sesuatu yg dapat diketahui tentang Tuhan selain dari hal-hal kebendaan.” Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai “Orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misal Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak dapat diketahui.”.

Ketika di masjid, ia bisa meneteskan air mata karena sujud dan memohon ampunan pada tuhan. Namun setelah keluar, ia merasa ragu bahkan lupa dengan apa yang ia katakan selama di masjid, lalu melupakan ajaran nagamanya, bahkan melupakan tuhannya hingga ia melangkah ke lokalisasi, berjalan sembari menenteng koper berisi uang suap dan duduk menandatangani kontrak panas uang korupsi, pulang dengan mudah membacok orang lain yang menghalangi jalannya, lalu malam tidur di rumah gundiknya.

Yah, itulah negeri ini. Memang tidak semua penduduk negeri ini berperilaku demikian, namun apabila banyak figur yang berperilaku demikian, yakni beragama hanya sebatas zona tertentu dan agnostik pada zona yang lain, apalah bedanya?

Yah, semoga semua akan berubah suatu saat nanti, dimana bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”, amin

Leave a comment