Kasih Ibu 39


Seekor kucing kecil berjalan menyusuri bebatuan. Tiba-tiba mendung gelap datang, lalu titik-titik air mulai berjatuhan. Muncullah kucing lain yang rupanya induk dari kucing kecil itu, berteriak memanggil kucing kecil tersebut, lalu mengajaknya berteduh di bawah meja di warung kopi. Mungkin karena hawa yang cukup dingin ditambah percikan air hujan, kemudian ibu kucing memeluk anaknya dan membiarkan anaknya memainkan putingnya dan menyedotnya perlahan. Dengan lembut dan sayang, ia menjilati anaknya seolah sedang memandikannya, lalu memeluknya dengan damai. Yah, kisah manis betapa kasih sayang ibu terhadap anaknya, dan kali ini diperankan oleh kucing. Entah bagaimana bisa seorang manusia membunuh, bahkan menjual anaknya demi harga diri dan rupiah, tentu ia lebih hina daripada kucing jalanan ini yang pasti tidak pernah mengikuti perkuliahan.

 

Mungkin dalam lelapnya, sang ibu sembari berdendang :

 

Kasih ibu kepada beta,

Tak terhingga sepanjang masa,

Hanya memberi tak harap kembali,

Bagai sang surya menyinari dunia…

 

 

(hura-hura hari ini, di bibir pantai kenjeran)

Leave a comment