A M A R A H 52


Tidak ada satupun orang yang menyangkal bahwa perdamaian adalah suatu hal yang mutlak perlu. Bahkan demi terwujudnya perdamaian, tidak sedikit manusia yang merelakan tubuhnya tertusuk duri asalkan lingkungannya aman terkendali. Ia biarkan dirinya merana demi kebahagiaan orang lain dan demi terwujudnya perdamaian di sekitarnya. Tak jarang seseorang mendapatkan "label" bodoh, tolol dan dungu hanya karena mengorbankan diri sendiri baik berupa waktu, tenaga, pikiran bahkan harta yang saya korbankan hanya untuk persahabatan, perdamaian dan kebahagiaan orang lain.

Dalam kondisi terjepit sekalipun, ada manusia yang mampu mengorbankan perasaannya untuk tetap tersenyum agar orang lain tidak merasa terbebani dengan keberadaannya meskipun sebenarnya dalam dada ia sedang menahan godam yang terus menghantam, terbaca dari kening yang menegang dan dentuman jantung yang terus meledak-ledak, dibalik sebuah senyum. Yah, senyum adalah satu-satunya "pemberian" termurah namun bernilai yang bisa kita berikan kepada orang lain saat tak ada lagi "sesuatu" yang dapat kita berikan. Murah, mudah namun bernilai tinggi dan dapat mengantarkan kepada ketenangan dan kedamaian. apapun yang sedang dirasa tentu akan lebih indah jika dilalui dengan senyuman, bukan dengan wajah yang kusut, bak kantung kresek bekas yang biasa berserakan di selokan. Ingat, senyuman yang dilakukan meskipun dengan tidak ikhlas tentu akan lebih enak dipandang daripada wajah uang muram, meskipun itu dilakukan dengan ikhlas. Apalagi muram dan tidak ikhlas pula, bah, mungkin itu menjadi wajah yang tak pernah pantas untuk dilihat.

Kembali kepada pengorbanan, tak jarang pula seseorang mengorbankan perasaannya untuk tetap berprasangka baik meskipun sejatinya ia masih ragu atasnya. Apa sih bedanya seksi dan kurus? Apa bedanya gemuk dan subur? apa bedanya cerewet dan supel? sejatinya sama. Hanya tergantung prasangka kita yang memberikan penilaian atas kata-kata tersebut. Dan apa sulitnya jika harus menilai baik atas suatu hal? Mengapa kita lebih suka dikalahkan dan dihancurkan oleh fikiran kita sendiri dengan tak mau berfikir baik? lebih suka menyiksa diri dengan gampang memberikan penilaian negatif terhadap suatu hal padahal belum tentu yang terjadi seperti apa yang dibayangkan. Dalam titik klimaks tertentu, manusia tentu dapat merasakan lapar, haus, gerah, nafsu dan marah. Bahkan secara lebih ekstrim, orang jalanan biasa mengatakan bahwa "sabar ada batasnya". Ada beberapa titik yang menurut saya menjadi batasan dari sabar, yakni saat situasi mendesak dan anda harus bertindak. Saat tersebut anda wajib untuk bertindak tanpa perlu banyak pertimbangan dan lakukan saja. Saya yakin anda akan segera melompat ke kolam renang saat anda melihat gadis kecil hampir tenggelam, meskipun ujung-ujungnya anda lupa jika hanphone anda masih di celana dan otomatis menjadi basah, dan rusak. Tak mungkin anda bersabar, lalu berfikir panjang, atau mungkin rapat terlebih dahulu untuk mengambil sikap atas kejadian tersebut. Posisi yang lain yang menjadi batasan sabar adalah saat dominasi anda diusik tanpa sebuah alasan yang jelas. Jika diusik secara halus mungkin masih bisa dibicarakan, namun saat dominasi anda diusik secara keras, sedang anda merasa tidak ada satupun alasan yang tepat bagi orang lain untuk melakukannya, maka jangan takut dan jangan ragu. Bantai siapapun yang mengusik hak dan dominasi anda.

Sisi lain yang biasa dan saya yakin harus menjadi batasan dari kesabaran adalah penipuan dan penghianatan dalam bentuk apapun itu. jika anda biasa mengatakan "makannya yang sopan ya" sedangkan yang anda lakukan adalah makan sambil berak, berdiri, dan makan dengan tangan kiri pula, maka saya yakin orang yang anda ajari tata cara makan yang baik dan benar akan menjadi muak, marah bahkan meludahi anda. Jangan pernah mengajari orang lain tentang sesuatu jika anda tak pernah mampu mewujudkannya karena hal tersebut hanya melahirkan penipuan, penghianatan dan merusak perdamaian dan kedamaian. dan jangan pernah mengatakan sesuatu seakan anda akan melakukannya namun bahkan anda sendiri tak pernah ingin sesuatu tersebut pada diri anda.

 

___________________

 

Mohon maaf para pembaca sekalian jika tulisan ini terkesan ngaco, urakan, ugal-ugalan dan tak tahu aturan. Saya hanya mencoba menyalurkan rasa yang sedang berkecamuk ini dengan tanpa melukai apapun dan siapapun. Sebab di balik amarah saya kali ini sudah banyak korban berjatuhan. Mungkin dengan cara ini dapat membantu menenangkan keadaan ini karena saya yakin alam maya adalah salah satu alam yang masih mau mengerti tentang saya di samping alam imajinasi saya sendiri. saya sudah mendeklarasikan bahwa marah adalah cara terbodoh untuk membuang waktu, tenaga, pikiran dan harta dalam satu waktu sekaligus, dan lagi-lagi saya membuktikan dan membuang beberapa hal tersebut. mohon bantu saya dengan doa agar dinding kesabaran ini tidak lagi mudah dikikis. amin..

 

 

http://www.youtube.com/watch?v=3URzjNhjwu0&feature=related

Leave a comment