A P O LO G I 20


Apologi, sebuah pengakuan terhadap suatu permasalahan sembari permohonan untuk menghapus efek dari sebuah permasalahan. Dalam sebuah apologi tidak lagi berlaku sebuah pembenaran diri, yang ada hanyalah pengakuan bahwa diri ini berada pada pihak yang salah dan orang lain berada pada pihak yang benar. Namun satu hal yang pasti, bahwa apologi tidak akan pernah mampu menghapus luka yang ada meskipun kesalahan yang ada sudah dibuang meskipun permohonan dan kata maaf sudah disampaikan berjuta ribu milyar kali. Ibarat paku yang telah ditancapkan pada sebuah tembok, saat anda cabut maka tetap akan meninggalkan bekas di tembok tersebut. Anda masih tetap mampu bersandar di tembok tersebut, namun saat kemudian anda tancapi paku lagi, anda cabut lagi, kemudian anda pasang paku lagi, lalu anda cabut lagi, maka tembok yang ada tentu semakin hancur bahkan tak mampu lagi menyangga tubuh anda. Itulah apologi.

Apalagi jika sebuah apologi yang pada awalnya dilakukan dengan maksud menghapus kesalahan namun prosesnya dengan dilingkupi kesalahan pula. Ibarat mencuci baju dengan air kencing, sangat naif sekali apa yang dilakukan oleh manusia tersebut. Bukannya malah semakin suci namun justru semakin kotor, bau dan najis pula. Permintaan maaf yang dilakukan dengan "memaksa" orang lain untuk mengampuni kesalahan jelas merupakan bentuk pengotoran akan makna maaf itu sendiri. Pemaksaan tersebut bukan hanya bermakna dengan kekerasan ataupun ancaman, pemaksaan tersebut juga berarti bagaimana seseorang pemohon maaf terus menerus memberikan teror, rasa tidak aman atau rasa tidak nyaman apabila permohonannya tidak dituruti. Apalagi jika kemudian pemohon melontarkan pertanyaan yang "bodoh" sembari mengatakan "bagaimana cara agar kau memaafkanku?". Lha sebenarnya siapa yang butuh pengampunan? saya ataukah anda sehingga saya harus mengonsep prosesi apologi yang dilakukan orang lain terhadap diri saya pribadi? benar-benar sebuah pertanyaan yang diluar nalar.

Yah, semua orang memang dapat memberikan apologi sesuka hati, dan orang lain dapat pula memberikan maaf semaunya. Namun kembali pada baris pertama di atas, meskipun duri yang ada sudah dicabut, saya yakin bahwa luka yang ada tidak dapat hilang begitu saja. oke, mungkin saya bisa dengan mudah menerima apologi dari siapapun, namun selama tembok yang sudah terlanjur banyak cacat ini rapuh, maka jangan pernah sekalipun bersandar padanya. Dan jangan pula tanyakan bagaimana merapikan tembok ini, karena pemohon aologi bukanlah pemilik tembok.

 

============================

 

Most people like to cover up mistakes they have made.  Maybe because they are afraid if other people know about the mistake, they also may feel embarrassed if it is revealed, then they make another mistake to cover it.  Face it with the attitude of the knights if you make a mistake.  Hide it away and try to bury it would not solve the problem let alone cover it with another mistake, it will add new problems instead.  It would be better if you  confess  and apologize for the mistake.  By confessing the mistakes means you are willing to bear a responsibility, and you make things easier to solve because others will provide support and instead, you will receive forgiveness.  fear will make you feel difficult to confess, but once you confess, all will be clear. Although initially will create sparks, but you will feel relieved after that, because you'll get a way out.  Remember, there will be no changes without that confession, there will be no forgiveness without confession, there is no solution without confession.  Do not delay for confessing your mistake so you get a reformation in your life.

 

Leave a comment