R E S I K O 40


Setiap segala sesuatu memiliki konsekuensi atasnya. Apapun yang anda lakukan, sebuah konsekuensi logis menghadang di depan nanti. Dan itu adalah resiko. Tidak ada satupun hal yang tidak memiliki resiko atasnya. Orang makan akan beresiko kenyang, sakit perut, mengeluarkan uang untuk menebus makanan tersebut atau berbagai resiko lain yang mungkin bisa anda prediksikan sebelumnya, atau mungkin juga tidak. William J. Bernstein dalam bukunya “The Four Pillars of Investing”, “Risk, like pornography, is difficult to define, but we think we know it when we see it.” Risiko, seperti pornografi, sukar untuk didefinisikan, tapi kita akan mengetahuinya bila kita telah melihatnya. Begitu pula risiko, kita akan mengetahui dan merasakannya bila kita telah menjalaninya.

Keberanian mengambil resiko dan konsekuensi dari suatu hal adalah sebagai bentuk tanggung jawab atas diri pribadi kita. Orang yang tak mau menerima resiko adalah orang yang tidak bertanggung jawab, bodoh, dan pengecut. Mungkin sebagian dari resiko itu menjadi amat berat untuk anda terima, namun itulah garis hidup dan anda memang harus menjalaninya. Beberapa resiko memang diciptakan oleh keadaan, lingkungan dan situasi eksternal di luar pribadi kita. Namun sejatinya kita juga mampu untuk mengira-ngira resiko "pengganti" yang kita buat sendiri dan kita pilih untuk menggantikan resiko dari sisi luar diri kita tersebut. Mungkin jika resiko dari pihak eksternal terlampau berat bagi anda maka anda dapat pula menyusun sendiri apa yang harus anda lakukan sebagai pengganti atas resiko yang ada jika memang hal tersebut dirasa sepadan. Seorang pegawai yang teledor salah satu resiko yang harus ia temui adalah sanksi administratif. Namun ia juga berhak mengusulkan resiko apa yang harus ia jalani, lalu ia usulkan kepada bos, kalau dirasa seimbang dan pantas, maka bukan tidak mungkin usulan anda menjadi salah satu solus alternatif, misalkan dengan sumpah bahwa dalam waktu tiga hari anda dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan di publik internasional. Bisa saja setelah anda melakukannya maka bos anda akan mengubah sanksi administratif menjadi penghargaan administratif.

Jika tak mau menerima resiko, cobalah membuat resiko untuk anda sendiri. Jika masih tak mampu juga, yah, itulah hidu anda. Sebuah kehidupan yang tak mau menerima resiko, hidup yang tak bertanggung jawab, pengecut dan bodoh.

Leave a comment