Bendera IMM dibakar di UMSU 13


 

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Drs Agussani M.AP menyesalkan terjadinya pembakaran bendera Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dilakukan oleh oknum mahasiswa yang hingga kini kasusnya masih diproses di Polsekta Medan Timur.

“Kita mengutuk dan menyesalkan aksi mahasiswa tersebut, karena pembakaran bendera IMM tidak hanya melecehkan sivitas akademika UMSU, tapi secara nasional keberadaan IMM sudah terlecehkan,” ujar Agussani melalui Wakil Rektor III M Arifin Gultom SH MHum menjawab wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/11).

Menurut rektor, karena kasusnya sudah dilaporkan ke polisi, UMSU sedang menunggu hasil pemeriksaan terhadap tiga oknum pembakar bendera IMM, jika terbukti bersalah maka pihaknya akan melakukan skorsing dan tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan bisa diberhentikan sebagai mahasiswa aktif UMSU.

Bagi UMSU tidak akan melakukan intervensi terhadap aparat kepolisian dalam menindaklanjuti kasus tersebut. Pasalnya, azas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi terhadap siapapun yang melakukan tindak kejahatan dan hanya lembaga hukum atau pengadilan yang memutuskan kesalahan seseorang, sehingga UMSU hanya menunggu hasil berita acara perkara (BAP) ketiga oknum mahasiswa itu.

Kendati demikian, Arifin yang juga Koordinator Humas UMSU ini mengaku, bahwa ketiga oknum mahasiswa tersebut bisa dikenakan sanksi hukum karena melanggar KUHP pasal 407 jo 101 yang menyebutkan pelanggaran terhadap atribut dapat dikenakan ancaman kurungan penjara seberat-beratnya.

Menyinggung motif dugaan pembakaran bendera IMM atas perintah oknum tertentu, Arifin mengungkapkan sejauh ini belum dapat diketahui karena BAP masih dikembangkan polisi. “Saya tak mau menafsirkan terlalu jauh, kita tunggu sajalah hasil lengkap BAP-nya,” ujarnya.

“UMSU merasa prihatin atas pembakaran bendera IMM itu dan meminta kepada seluruh mahasiswa untuk tidak berdemo dan melakukan aksi yang nantinya dikhawatirkan dapat terprovokasi oleh oknum tertentu,” ucap Arifin seraya mengimbau kepada seluruh sivitas akademika untuk tenang dan menjaga situasi di kampus tetap kondusif.

Mengenai proses hukum, Arifin mengatakan agar mempercayakan kasus ini kepada aparat yang berwenang terutama pihak kepolisian agar tetap profesionalisme mengungkapkan kasus pembakaran bendera IMM ini

Terkait aksi pembakaran bendera IMM, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mengutuk keras aksi pembakaran bendera IMM yang disebut-sebut terjadi di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tersebut. Aksi pembakaran bendera IMM tersebut diketahui melalui BlackBerry Messenger (BBM) dari seorang kader IMM yang diterima dan diketahui berasal dari profile handphone pelaku pembakara itu sendiri.

Dalam foto profile BBM tersebut, terlihat beberapa orang membakar bendera IMM dengan memperlihatkan kepada temannya untuk diambil fotonya. kejadian ini langsung menyebar ke sejumlah kalangan mahasiswa dan akademisi, sehingga membuat para kader IMM yang merasa dihina dan dilecehkan marah dengan peristiwa itu.

Akibat dari kejadian ini, Ketua DPP IMM Mora Harahap dalam siaran pers yang diterima pewarta BeritaHUKUM.com, Selasa (20/11) mengatakan, "pembakaran bendera IMM merupakan aksi yang telah melecehkan nama besar Muhammadiyah. Apalagi ini terjadi di kampus Muhammadiyah yang merupakan markas besar IMM Sumut,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut mantan Ketua DPC IMM Kota Medan ini, pihaknya meminta kepada Rektor UMSU agar tidak segan-segan untuk memecat oknum mahasiswa yang telah terbukti membakar bendera IMM, yang merupakan sebuah bentuk propokasi dari para pelaku yang ingin merusak suasana kampus Muhamadiyah yang aman tanpa keributan. Seluruh kader IMM akan siap mem-backup keputusan tersebut, guna untuk menghindarkan terjadinya konflik berkelanjutan didalam kampus Muhammadiyah.

Atas kejadian ini, kami juga telah melakukan langkah hukum, "kami minta kepada Kapolri agar segera memproses pengaduan pada hari Jumat (17/11), dengan No: STBLP/1446/ XI/2012/Resta Medan Timur, atas nama pelapor Fachri Mizan Harsono yang merupakan ketua umum DPC IMM Kota Medan beserta sejumlah komisariat di Medan, meminta menahan pelaku pembakaran bendera IMM tersebut. Kami di DPP IMM juga akan mendatangi dan mendesak Kapolri untuk turun tangan, jika anak buahnya di Kota Medan tidak mampu menyelesaikan kasus ini. Hal ini mengingat, pelecehan dilakukan sejumlah pihak terhadap IMM bukan yang pertama terjadi yang dialami IMM sebagai pemilik sah kampus Muhammadiyah," pungkas Mora.

Sementara Herdianto Ahmadin yang juga Ketua DPD IMM Sumut mengatakan," beberapa waktu yang lalu juga terjadi pemukulan terhadap kader IMM dan kasusnya selesai begitu saja tanpa ada tindakan hukuman yang jelas. Maka kali ini kami tidak akan tinggal diam lagi, kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas, agar jangan sampai aparat hukum kembali teledor dalam menyelesaikan kusus ini,” tegas Herdianto Ahmadin.

 

source :

http://www.beritahukum.com/detail_berita.php?judul=DPP+IMM+Desak+Kapolri+Untuk+Turun+Tangan&subjudul=Demo#.ULHxRa4Sv1U

http://beritasore.com/2012/11/21/rektor-umsu-sesalkan-pembakaran-bendera-imm/

Leave a comment