Tiga Tipe Istri Arjuna 6


 

13457263171698380498

 

Sembadra. Menundukkan kepala lambang kepatuhan.

Pertama: Dewi Wara Sumbadra.

Sumbadra merupakan gambaran seorang wanita ningrat, lemah lembut, dan halus tutur katanya. Sebagai wanita ningrat tentu saja ia hanya hidup di dalam istana dan patuh pada aturan atau kemapanan yang ada. Boleh dikatakan pasrah dan patuh sepenuhnya pada suami. Isatilahnya dalam bahasa Jawa ‘sendika dhawuh’ Tak peduli Arjuna meninggalkan rumah untuk berpetualang memenuhi keinginannya sendiri atau berperang. Sikap yang lemah lembut ini tentu saja, amat diharapkan oleh seorang Arjuna saat ada di rumah. Arjuna bisa bermanja ria dengan bersandar atau menggelayut di dada Sumbadra saat sedang dalam kegalauan atau kesumpekannya menghadapi perang di antara keluarga besar Barata.

Sumbadra bisa disebut sebagai wanita yang hanya mengurusi masalah domestik rumahtangga saja. Bukan seorang wanita karir atau profesional.

Jika karir dan profesi pembaca ( pria muda ) cukup sukses dan menjanjikan secara finansial, pilihan atas wanita seperti Sumbadra tidaklah salah.

 

1345726421757094211

 

Srikandi, energik dan mandiri. Sumber foto: kidemang.com

Kedua : Dewi Wara Srikandi.

Berbeda jauh dengan Sumbadra. Srikandi merupakan gambaran wanita mandiri, bebas, profesional yang tangguh, cakap dan trampil. Tak sepenuhnya patuh pada aturan yang ada. Akan mendebat setiap keputusan yang dianggapnya tak sesuai dengan pandangannya. Tak terkecuali pada Arjuna, sang suami yang dianggapnya terlalu lunak dan kurang tegas jika berhadapan dengan Sumbadra. Namun demikian, Srikandi akan membela mati-matian suami dan keluarga besar Pandawa. Bukan hanya usul dan melontarkan pendapat semata. Berlatih memanah dan naik kuda serta olah kanuragan. Bahkan ikut berperang dan ‘bersumpah’ menghabisi Bisma!

Srikandi, dalam kehidupan wanita kontemporer adalah seorang wanita yang tidak tergantung sepenuhnya pada suami. Bukan berarti tidak menghargai pasangan hidupnya dan mengabaikannya tanpa pertimbangan. Ia adalah wanita yang berani dan tegas untuk mengambil keputusan. Seorang wanita profesional yang tangguh menghadapi tantangan. Punya jiwa petualang yang ulet.

Adalah keliru, pandangan yang menganggap wanita seperti ini adalah wanita liar atau semau gue. Wanita seperti ini amat cocok bagi pria yang mempunyai profesi dengan tantangan yang berat namun kadang kurang berani untuk bertindak. Sebab wanita seperti ini bisa menjadi pendamping yang setia dan mendukung setiap langkah pasangannya.

 

13457265261004779148

 

Kepala mendongak tanda kesombongan namun tanpa pendirian.

Ketiga Dewi Banowati.

Seperti halnya Sumbadra dan Srikandi yang mencintai Arjuna sampai menjadi pasangan hidupnya. Demikian juga Banowati. Namun, di saat yang menentukan Banowati lebih memilih Suyuduna, Sulung Kurawa, untuk menjadi pasangan hidupnya. Di lain cerita, ia masih mengharapkan bisa menjadi pasangan hidup Arjuna. Pada akhirnya, setelah Suyudana mati dalam akhir peperangan Barata Yudha, Banowati kembali dalam pelukan Arjuna. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Belum sempat menikmati indahnya hidup bersama sang pujaan hati, malam pertama setelah kembali ke Arjuna, Banowati tewas dibunuh oleh Aswatama putra Durna ( guru Kurawa dan Pandawa )

Banowati merupakan gambaran wanita yang ingin bebas dan tak tunduk pada peraturan dan tatanan sosial namun tidak cerdik membaca keadaan serta hanya terbawa oleh keinginan yang tak terkontrol. Sikapnya yang mendua menunjukkan ia seorang wanita yang tak bisa mengambil keputusan tepat.

 

source http://muda.kompasiana.com/2012/08/23/saat-pria-muda-harus-memilih-pasangan-hidup-srikandi-atau-sumbadra/

 

Kisah tersebut di atas adalah sebagian dari istri Arjuna di samping beberapa istri lainnya. Salam hangat

Leave a comment