Penandatanganan Perjanjian Penegakan Khilafah di Syuriah, Benarkah? 26


Di berbagai media dan jejaring sosial, beredar foto dan keterangan deklarasi perubahan bentuk negeri Suriah menjadi salah satu bentuk negara dengan sistem Khilafah. Berikut dokumen beserta terjemahnya sebagaimana kami kutip dari website khilafah. :

 

 

Perjanjian untuk Berjuang Menegakkan Khilafah Islaamiyyah di Suriah

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih & Maha Penyayang

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. Al-Nuur: 55)

Kami adalah orang-orang yang menandatangani (bersepakat) perjanjian:
Bagian dari keimanan kami adalah meyakini kewajiban menerapkan syari’at islam, dan berjuang untuk melanjutkan kehidupan islam dan mewujudkan berita gembira dari Rasulullah SAW: “…kemudian akan tegak Khilafah di atas manhaj kenabian” dan kami berharap agar meraih ridha’ Allah SWT

Kami proklamirkan poin-poin berikut:

Pertama, Kami berjanji kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aalaa untuk berjuang MENGGAGALKAN tegaknya Daulah Madaniyyah yang bersifat Demokratis (berdasarkan sistem Demokrasi) di Suriah, dan menegakkan Daulah al-Khilaafah al-Islaamiyyah yang tegak di atas asas-asas sebagai berikut:

1. Kedaulatan di tangan syara’. Maka materi-materi konten UUD dan perundang-undangan yang ada yakni hukum-hukum syara’ yang digali dari dalil-dalilnya yang terperinci.

2. Kekuasaan di tangan umat. Maka kaum muslimin (wajib) memilih (mengangkat) seseorang untuk menjadi Khalifah (berdasarkan aturan2 Islam-pen.), dan mereka membai’atnya untuk menegakkan kekuasaan yang tegak di atas asas kitaabullaah dan sunnah Rasul-Nya.

3. Mengangkat Khalifah yang satu –untuk seluruh dunia- merupakan kewajiban bagi kaum muslimin. Maka diharamkan secara syar’i ada Khalifah yang lebih dari satu dalam satu masa.

4. Khalifah memiliki hak untuk mengadopsi (satu hukum) dari apa-apa yang dipandangnya (paling kuat dalil2nya) dari hukum2 syara’ yang bersifat ijtihadiy. Yang dimasukkan ke dalam UUD dan Perundang-undangan.

Kami berjanji kepada Allah ‘Azza wa Jalla, agar saling tolong menolong dalam kebenaran sesuai dengan kemampuan kami (dengan segenap kemampuan-pen.).

Kedua, kami akan mengadopsi Rancangan Perundang-Undangan yang disampaikan oleh Hizbut Tahriir, dan akan menetapkannya sebagai Piagam Konstitusi Negara ini (al-Dawlah al-Islaamiyyah), disertai kemungkinan adanya modifikasi yang sejalan dengan ijtihad-ijtihad yang syar’i dan benar, yang diusulkan oleh para ulama.

Dan Allah akan menjadi saksi atas apa yang kami sampaikan

Yang menandatangani

1. Ali Abdul Razzak, Pemimpin brigade Shaheed Mustafa Abdul Razzak
2. Omar Ghayth, Pemimpin brigade Ansar al-Haq
3. Muhannad al-Khanim, Pemimpin brigade Suyuf al-Rahman
4. Ibrahim Amin, leader Pemimpin brigade Ansar al-Khilafah
5. Major Amin Khalil, Pemimpin brigade al-Muhajireen
6. Captain Khalid al-Umar, Pemimpin brigade Abdullah ibn al-Zubayr
7. Mustafa al-Shaykh, Pemimpin brigade al-Rasheed
8. Mus’ab al-Saeed, Pemimpin brigade Ahrar al-Islam
9. Amir Abdul Razzak, Pemimpin brigade Ahrar al-Asha’ir
10. Abdul Hamid Abdul Hamid, representative Hizb ut-Tahrir

01 Muharram 1434 AH / 15 November 2012 CE

Tambahan pendantanganan

1. Captain Abdul Rahman al-Najjar
2. Yahya Mezawy, Pemimpin brigade Ahfad al-Farooq

08 Muharram 1434 AH / 22 November 2012 CE

Leave a comment