Tuntutan Profesionalisme Bagi Guru Pendidikan Islam 119


Kata “profesional” berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian(uzer usman, 2002:12). Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia profesional adalah pekerjaan yang benar-benar dilakukan sesuai dengan ketrampilannya (Sulchan Yasin, 1997 : 381).

Sedangkan menurut Nana Sudjana sebagaimana dikutip oleh Usman, pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. (Uzer Usman, 2004 : 15).

Atas dasar definisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa pengertian profesionalisme guru adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.

Untuk mengaktualisasikan dan memfungsikan potensi tersebut diperlukan ikhtiar kependidikan yang sistematis, sehingga para guru secara pelan-pelan ilmunya selalu bertambah dan semakin mantap menjalani profesinya.

Sebagaimana firman Allah :

يَرْ فَعِ الله ُالَّذِيْنِءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالًَّذِيْنَ أُُوتُوا الْعْلْمَ دَرَجَاتٍ …..الاية

Artinya    :  …………. Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat … (QS. Al-Mujadalah : 11) (Departemen Agama RI, 1997 : 910-911)

 

Jadi jelaslah bahwa firman Allah tersebut dijadikan landasan terhadap usaha peningkatan profesionalisme guru dalam rangka meningkatkan prestasi belajar anak didik.

           

            Selanjutnya dalam melakukan kewenangan profesionalisme, guru dituntut memiliki seperangkat kemampuan (competency) yang beraneka ragam. Namun sebelum sampai pada pembahasan jenis-jenis kompetensi terlebih dahulu penulis memaparkan syarat-syarat menjadi guru dan persyaratan profesi.

  1. Menurut bab I pasal 1 ayat 1 UU Guru dan Dosen Diknas Tahun 2005 ;
  1. bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  2. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
  3. Organisasi profesi guru adalah perkumpulan yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru.
    1. Menurut bab II pasal 2 ayat 1 dan 2 UU Guru dan Dosen Diknas Tahun 2005 ;
  1. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan
  2. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    1. Menurut bab II pasal 4 ayat 1 UU UU Guru dan Dosen Diknas Tahun 2005 ;

            Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional

  1. Menurut bab II pasal 6 ayat 1 UU Guru dan Dosen Diknas Tahun 2005;

            Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

  1. Menurut bab III pasal 7 ayat 1 dan 2 UU Guru dan Dosen Diknas Tahun 2005
  2. Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut:
  1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;
  2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
  3. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
  4. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
  5. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
  6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
  7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
  8. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
  9. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
  1. Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.

Leave a comment