Lagi, Berita Hoax Berbasis Agama Beredar di Internet 7


Kejujuran adalah salah satu poin penting dalam kehidupan. Setiap manusia yang lahir di muka bumi ini sejatinya mencintai kejujuran. Salah satu indikator yang paling mudah adalah rasa tidak suka, benci dan tidak nyaman apabila dibohongi. Setiap orang menginginkan agar orang lain mau jujur pada dirinya. Permasalahannya adalah maukah orang tersebut untuk jujur kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri.

 

Kejujuran juga menjadi bentuk dari ajaran suatu agama. Tidak ada satupun agama di muka bumi ini yang mengajarkan kebohongan, fitnah dan berita palsu. Dalam beragama, terdapat tiga klasemen kejujuran, yakni kejujuran terhadap diri sendiri, kejujuran terhadap tuhan dan kejujuran terhadap orang lain. Ketiga hal tersebut diajarkan secara serasi, seimbang dan simultan dalam kehidupan beragama.

 

Namun sayangnya ajaran agama yang sejatinya sangat mulia dan amatlah agung tersebut dikotori oleh segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab. Hanya untuk kepentingan kelompok tertentu ia berani menggadaikan kejujuran dan lebih memilih kebohongan sebagai jalan hidupnya. Termasuk untuk urusan pendidikan ideologi atau diistilahkan dengan dakwah. Tidak sedikit informasi di website maupun di jejaring sosial yang menampilkan catatan, gambar maupun video yang berisi dakwah namun ternyata berupa kebohongan dan pemutarbalikan fakta.

Sebut saja video yang banyak beredar beberapa saat silam. Beredar video dengan keterangan seorang wanita yang berdemo anti jilbab kemudian membakar jilbab namun tidak sengaja mengenai dirinya sendiri dan iapun kebakar. Untuk mendukung kabar yang ia keluarkan, ia menambahkan video orang yang sedang terbakar. Padahal, setelah diteliti lebih lanjut gambar tersebut hanyalah gambar orang yang sedang bakar diri dan bukan merupakan berita orang terbakar sebagaimana diinfokan sebelumnya. Sayangnya banyak yang kemudian mempercayai orisinilitas berita tersebut tanpa mau bertabayyun terlebih dahulu.

Hari ini, saya dikejutkan berita dari seorang sobat tentang foto orang yang memotong jasad orang lain, dibawahnya diberi keterangan yang sangat mengiris hati. Berikut bunyinya :

Sumber : Myanmar News

Umat Islam di Myanmar telah dibunuh dan dimakan dagingnya ! Ya Allah ! Saudara-saudara kita di sana dianaiya dan memerlukan doa dan bantuan kita!

Sama – sama aminkan doa ini :
"Ya Allah, bantulah umat Islam di Myanmar, berilah kekuatan kpd umat Islam di sana , hancurlah kekuatan orang kafir yang memusuhi Islam di sana, amiiin ya Allah "

{ Saya berjanji akan SHARE doa ini sebagai tanda kasih sayang sesama saudara Islam }

Lagi-lagi yang patut disayangkan adalah banyaknya ummat islam apalagi para kader muda yang lebay dan agak alay yang berusaha menjadi yang TERDEPAN menyampaikan informasi tersebut tanpa mau bertabayyun terlebih dahulu. Di dunia blog, ada beberapa weblog yang juga latah menyampaikan hal yang sama, bahkan ada yang tanpa perubahan kata sedikitpun. Padahal foto tersebut bukanlah pembantaian sebagaimana yang diinformasikan, tetapi merupakan sebuah peristiwa yang lain.

Lagi-lagi hal ini menjadi boomerang bagi sang pembuat info itu sendiri. Dari lubuk hati yang dalam ia bermaksud hendak menjunjung tinggi ideologi tertentu namun begitu diketahui bahwa ia memalsukan data maka bukan hanya harga dirinya yang jatuh tapi juga citra ideologi yang dijunjungnya menjadi tercoreng.

Yah, semoga tidak ada lagi pembodohan dan pemalsuan data yang hanya akan menyesatkan dan membodohkan kita, karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan kebohongan dan kepalsuan.

 

Salam hangat

 

 

 

 

 

 
Berita lain juga ada di http://www.nairaland.com/352231/some-thailand-cannibals-eating-human

Leave a comment