Silatnas IMM Koorkom 2013 (Undangan & Proposal) 6


 LATAR BELAKANG

Empat puluh sembilan (49) tahun yang lalu bertepatan dengan 14 Maret tahun 1964 M merupakan sejarah kelahiran Organisasi Kemahasiswaan dibawah payung Muhammadiyah bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM). Secara organisatoris IMM adalah termasuk salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. Empat puluh sembilan hampir setengah abad untuk melihat kembali sejarah dan membuka lembar demi lembar, berefleksi dan berinstropeksi dari apa yang selama ini telah dilakukan untuk menatap masa depan yang lebih gemilang. Dalam sebuah organisasi, pengkaderan merupakan hal utama yang harus dipikirkan karena masa depan dan kesinambungan dari langkah gerak yang dilakukan dimasa lampau tergantung dari siapa dan bagaimana serta seperti apa kader-kader yang terbentuk untuk melanjutkan estafet perjuangan dari IMM dan Muhammadiyah itu sendiri.

Pengkaderan harus mendapatkan porsi yang proporsional dalam sebuah organisasi untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita dari organisasi tersebut. IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang diharapkan dapat mencetak kader-kader yang berkualitas atau dengan istilah kerennya Anggun dalam Moral dan Unggul dalam Intelektual merupakan upaya yang tidak ringan dan memerlukan sebuah usaha yang riil dan sistematis dan tidak bisa terlepas adalah  peran dari Muhammadiyah itu sendiri untuk membentuk kader-kader yang beridiologikan Muhammadiyah dan mempunyai militansi yang dapat diandalkan untuk bahu-membahu berdakwah amar ma’ruf nahi munkar mewujudkan cita-cita Muhammadiyah yaitu membentuk Negara yang adil makmur dan sejahtera dibawah ridha Allah SWT.

Kelahiran dan kehadiran IMM ditengah derap langkah  kepemudaan dan kemahasiswaan di Indonesia, ditengah umat dan bangsa sungguh bukanlah merupakan suatu peristiwa kebetulan dalam sejarah atau sebuah peristiwa kecelakaan sejarah, melainkan suatu sejarah yang berproses dan tumbuh serta bertumpu dari perwujudan sikap dan kesadaran akan makna Ortom Muhammadiyah yang bertujuan mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlaqul karimah guna mencapai tujuan Muhammadiyah seyogyanya mampu melangkah dan berproses guna mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

Kehadiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tidak bisa dipisahkan dari eksistensi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Secara alamiah, pertumbuhan dan eksistensi Muhammadiyah harus diimbangi dengan proses regenerasi yang sehat serta kompetitif dengan tetap mempertimbangkan Ikatan-ikatan ideologis. Dengan begitu diharapkan organisasi ini mampu menyemaikan kader-kader bangsa yang memancarkan kepribadian Muhammadiyah dengan kerangka pikir ilmu yang alamiah dan amal yang ilmiah.   Realitas gerakan IMM di PTM dapat dikatakan tidak lagi pada rel yang seharusnya. Hal ini disebabkan oleh adanya gejala intervensi yang memunculkan sebuah legitimasi-legitimasi yang tidak bertanggung jawab. Keterkaitan struktural sebagaimana termaktub dalan Qaidah PTM, berpengaruh terhadap komunikasi dan kebijakan. Konflik kepentingan ideologi di level birokrasi maupun pemegang kebijakan kampus menjadi pemicu kondisional yang penting bagi runtuhnya militansi dan soliditas gerakan IMM di PTM. PTM sebagai salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah secara proposional seharusnya menempatkan IMM sebagai mitra dalam pengembangan potensi dan kualitas mahasiswa.

Selain pihak universitas adalah majelis  diktilitbang merupakan lembaga yang bertanggungjawab secara institusional terhadap proses pembinaan PTM dan IMM. MPK PP Muhammadiyah sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas kondisi perkaderan Muhammadiyah kedepan. Tentunya mempunyai peran yang signifikan terhadap organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk didalamnya IMM sebagai generasi yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Persyarikatan. Tentunya IMM dan PTM yang langsung berhubungan dengan salah satu AUM yaitu PTM juga berharap DIKTILITBANG PP Muhammadiyah turut terlibat aktif sebagai kontrol terhadap kelangsungan kaderisasi di PTM agar kedepannya kader-kader dapat menjadi penerus estafet kepemimpinan AUM yang mulai tergeser perannya sebagai salah satu lahan kaderisasi.

 

 NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama “Silaturrahmi Nasional Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  se-Indonesia (SILATNAS KORKOM IMM) 2013”

 

 TEMA KEGIATAN

“Refleksi Kebangsaan Menuju Indonesia Bebas dari Korupsi”

 

 LANDASAN KEGIATAN

1.  Kaidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah

2.  Tri Dharma Perguruan Tinggi

3.  Rekomendasi hasil Dsikusi Korkom se-Indonesia

4.  Program Kerja KORKOM IMM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2012-2013.

5.  Hasil Pra-silatnas di UMS

 

 MAKSUD DAN TUJUAN  

1.  Sharing Permasalahan IMM di Perguruan tinggi se-Indonesia.

2.  Memperkuat posisi IMM di setiap Perguruan Tinggi di Indonesia.

3.  Terciptanya ruang publik (publik sphare) untuk mendiskusikan persoalan kemuhammadiyahan dan kebangsaan.

4.  Menciptakan gerakan pencerdasan dan penyadaran bagi masyarakat secara meluas dalam menghadapi persoalan kebangsaan.

5.  Melakukan telaah kritis dan memberikan rekomendasi bagi kemajuan muhammadiyah dan bangsa Indonesia.

6.  Terjalinnya jejaring komunikasi, informasi, dan kerjasama di kalangan civitas Perguruan Tinggi.

 

 WAKTU DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN

Acara ini akan diselenggarakan selama 3 hari, yaitu Jum’at sampai Minggu, 22 – 24 Maret 2013 dengan manual acara terlampir. Acara ini akan dipusatkan di Ruang Sidang AR. Fakhruddin B Lantai 5 (Gedung Rektorat) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

 

 SASARAN

Adapun sasaran kegiatan ini KORKOM IMM Se-Indonesia sebanyak 100 orang peserta, Undangan Umum  (UKM, BEM, HMJ UMY) 100 Orang, dan Undangan Ormas 50 Orang. Total = 250 Orang).

 

 INFORMASI

Informasi dapat ditujukan kepada sekretariat panitia SILATNAS KORKOM IMM se-INDONESIA 2013 di Kantor KORKOM IMM UMY di Kampus Terpadu UMY, Jalan Lingkar Barat, Taman Tirto, Kasihan, Bantul 55183. Informasi lebih lanjut dapat  menghubungi  Dian Budhi Santoso (085729308484).

  

PROPOSAL & TOR BISA DI DOWNLOAD DI (Source) : http://www.4shared.com/rar/2UjvLaqx/Proposal_Undangan_Peserta.html

19. Undangan Peserta (FM)

 

 

Leave a comment