Tarmizi Taher -Mantan Kemenag RI- Meninggal Dunia 15


Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher meninggal dunia, Selasa (12/2/2013) pukul 04.00 WIB, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Seperti dikutip dari Antara, saat ini jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, di Kompleks TNI Angkatan Laut, Pangkalan Jati, Jakarta Selatan.

Rencananya, siang ini jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, setelah shalat dzuhur. Tarmizi Taher dilahirkan di Kota Padang pada 7 Oktober 1936. Ia pernah menjadi Menteri Agama pada tahun 1993-1998. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekjen Kementerian Agama dan Kapusbintal TNI. Pernah pula ia menjadi Dubes RI di Norwegia dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia. Tarmizi juga pernah menjadi anggota legislatif dari Fraksi TNI/Polri selama dua periode (1977-1982 dan 1982-1987).

Ia meninggalkan seorang istri, Djoesma, dan empat anak, yaitu Afgan, Sakina, Halbana, dan Dirgantoro. Sebelumnya dikatakan bahwa TArmizi Taher siap menjadi ketua PP Muhammadiyah pada tahun 2005.

Tarmizi Taher menyatakan kesiapannya untuk menjadi ketua PP Muhammadiyah. Mantan menteri agama di era mantan Presiden Soeharto ini akan bertarung dengan Amien Rais dalam pemilihan nanti. Hal itu diungkapkan Tarmizi Taher itu kepada pers di Jakarta, Selasa (12/4/2005) seperti siaran pers Centre for Moderete Muslim (CMM) yang diterima detikcom, berkaitan penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah yang akan diselenggarakan bulan Juli 2005 di Malang. "Kita ingin Muhammadiyah mengembangkan dakwah yang mewujudkan wajah Islam yang damai," tambahnya. Muhammadiyah sebagai organisasi massa Islam yang besar di masa depan membutuhkan seorang manajer dan administrator yang baik untuk memimpin organisasi ini sehingga dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan umat Islam Indonesia. Ketika ditanya figur pemimpin Muhammadiyah mendatang, Tarmizi Taher mengatakan, boleh-boleh saja Amien Rais maju kembali memimpin Muhammadiyah melalui Muktamar Muhammadiyah, Juli mendatang di Malang. "Sah-sah saja jika Amien berkeinginan kembali memimpin organisasi dakwah terbesar ini. Saya ikut mendukung," katanya. Namun Tarmizi yang kini Presiden Direktur Centre for Moderete Muslim (CMM) juga menyatakan siap untuk ikut memimpin Muhammadiyah ke depan, tapi semuanya terpulang kepada warga Muhammadiyah sendiri, apakah dirinya dinilai cukup pantas untuk posisi itu. "Untuk kepentingan dakwah, saya siap bekerja sebaik-baiknya," ucapnya.

Source : Antara

Source : Kompas

Memang banyak komentar miring dari masyarakat atas meninggalnya Tarmizi Taher. Ada yang berduka cita secara sepenuhnya, ada pula yang menghujat dengan menghubungkan Tarmizi Taher dengan budaya korupsi masa Orba. Komentar seperti ini banyak ditemui di berbagai jejaring sosial.

Terlepas dari komentar bernada miring sekaligus hujatan masyarakat tersebut, saya haturkan dari hati, Turut berduka cita, semoga diampuni kesalahannya, diterima amal baiknya dan diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Salam.

Leave a comment