Prinsip dan Tujuan Pemberian Kesejahteraan Karyawan 4


 Pemberian kesejahteraan kepada karyawan diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan digunakan secara efektif. Oleh karena itu, agar pemberian kesejahteraan dapat bermanfaat secara maksimal dan efektif, maka dalam pelaksanaannya harus berdasarkan asas keadilan dan kelayakan. Keadilan yang dimaksud adalah “penyesuaian balas jasa (sesuai dengan haknya) yang diterima atas jenis pekerjaan, resiko pekerjaan, tanggung jawab, dan jabatan“. Jadi, adil dalam hal ini bukan berarti setiap karyawan menerima kesejahteraan sama besarnya. Sedangkan kelayakan yang dimaksud adalah “balas jasa yang diberikan pada karyawan menggunakan tolak ukur yang berlaku di masyarakat, industri dan negara“. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan tinggi, sama atau rendah tingkat kesejahteraannya secara relatif, sesuai yang berlaku di masyarakat, industri dan negara.

Pelaksanaan pemberian kesejahteraan dengan didasari asas di atas, diharapkan dapat saling menguntungkan demi kepentingan bersama. Prinsip terpenting dari pada program kesejahteraan pegawai adalah program itu hendaknya dapat memberi bantuan kepada organisasi, paling sedikit sama jumlahnya dengan biaya yang telah dikeluarkan. Lain dari pada petunjuk yang pokok ini, ada beberapa kesimpulan lain yang perlu mendapat perhatian.

Diantara prinsip-prinsip ini menurut Moekijat (2002:171) ialah:

  1. Program kesejahteraan pegawai hendaknya dapat memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya.
  2. Program kesejahteraan pegawai hendaknya dibatasi kepada kegiatan-kegiatan, di dalam mana kelompok adalah lebih efisien dari pada orang perseorangan.
  3. Program kesejahteraan pegawai hendaknya dikembangkan seluas-luasnya.
  4. Biaya program kesejahteraan pegawai hendaknya dapat dihitung dan dikelola dengan kebijaksanaan yang baik.

 

 

 

Tujuan pemberian kesejahteraan kepada karyawan menurut Moekijat (2002:174) diantaranya adalah :

Bagi perusahaan :

a.   Meningkatkan hasil atau laba

b.   Mengurangi pergantian karyawan

c.   Meningkatkan semangat kerja karyawan

d.   Menambah kesetiaan karyawan terhadap perusahaan

e.   Menambah peran serta karyawan dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam suatu perusahaan atau organisasi

f.    Mengurangi keluhan-keluhan

g    Mengurangi pengaruh serikat kerja

h    Memperbaiki hubungan masyarakat

i. Mempermudah usaha penarikan karyawan (recruitment) dan mempertahankannya

j.    Memperbaiki kondisi kerja

k.   Menambah perasaan aman karyawan

Bagi karyawan :

a.   Memberikan kenikmatan atau fasilitas dengan cara lain. Meskipun tersedia tetapi kurang memuaskan

b.   Menambah kepuasan kerja

c.   Membantu kepada kemajuan perseorangan

d    Mengurangi perasaan tidak aman

e.   Memberikan kesempatan tambahan untuk memperoleh status

f.    Menambah motivasi untuk bersaing atau berprestasi antar karyawan

Sedangkan tujuan pemberian kesejahteraan kepada karyawan menurut Marihot Tua Efendi Hariandja (2002:279), adalah : “Untuk membantu karyawan memenuhi kebutuhannya diluar kebutuhan rasa adil, kebutuhan fisik dalam upaya meningkatkan komitmen karyawan kepada perusahaan, meningkatkan kinerja, mengurangi perputaran kerja, dan mengurangi gangguan unjuk rasa sebagai faktor yang sangat penting dalam usaha meningkatkan efektivitas perusahaan“.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tujuan pemberian kesejahteraan kepada karyawan, selain untuk memelihara semangat dan motivasi kerja, adalah untuk membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhannya diluar kerja serta memberikan ketenangan karyawan dalam bekerja

Leave a comment