Pelancong dan Peta Harta Karun 13


Seorang pria dewasa sedang berjalan-jalan di pantai. Pria itu lalu melihat sebuah botol kaca, lalu ia pun memungutnya dan melihat ada secarik kertas di dalam botol.

Dia kemudian menarik gabus penyumbat botol dan menemukan bahwa kertas tersebut ternyata sebuah peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menyumbat botol, dan melemparkan botol itu ke laut.

Beberapa saat kemudian, pria dewasa lain sedang berjalan di pantai dan melihat botol itu. Dia juga mengambil botol, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Orang ini cukup penasaran dengan harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut.

Tetapi ketika tinggi air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. Ini cuma jebakan katanya. Jadi, ia bergegas kembali ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut.

Beberapa saat kemudian pria dewasa ketiga berjalan di tepi pantai dan melihat botol kaca itu terapung di air. Ia mengambil, membukanya, dan menemukan peta. Ia pun bertanya-tanya sebanyak apakah harta karun yang disebutkan di peta itu. “Hmm, peta ini cukup menjanjikan.” katanya. Aku akan berusaha mencari harta karun ini! Ia lalu menyewa perahu dan menuju ke tempat yang ditunjukkan peta tersebut.

Setelah sampai di tempat yang ditunjukkan peta, dia melihat bahwa tampak ada sesuatu di bawah air yang menyerupai peti harta karun. Ia lalu menceburkan dirinya ke laut dan menyelam menuju benda bersinar itu. Tetapi ternyata lokasi peti harta karun itu jauh lebih dalam dari perkiraannya. Ia hampir kehabisan nafas. Ia lalu bergegas kembali ke perahu dan menyerah. Lantas botol berisi peta itu diambilnya, ditutup, lalu dilemparkannya kembali ke laut.

Setelah itu, ada satu pria dewasa lagi berjalan-jalan di tepi pantai. Seperti pria sebelumnya, ia juga melihat botol itu, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Ia sangat bersemangat untuk menemukan harta karun tersebut. Ia melihat ada perahu di tepi pantai dan ia lalu menggunakan perahu tersebut untuk menuju ke tempat yang ditunjukkan peta.

Setelah sampai di tempat yang dimaksud, ia lalu menceburkan diri ke laut dan menyelam menuju ke peti harta karun. Tetapi ternyata lokasi peti itu sangat dalam dan nafasnya tidak mungkin bisa menjangkaunya. Maka ia memutuskan kembali ke perahu. Ia lalu kembali ke pantai dan menyewa perlengkapan selam. Kemudian ia mendayung perahunya kembali ke tempat harta karun.

Dengan perlengkapan selam lengkap ia kembali menyelam menuju ke peti harta karun dan membawanya ke perahu. Matanya berbinar-binar ketika melihat peti harta karun itu penuh berisi emas dan berlian.

 

———=———–

Mau menjadi pelancong ya keberapakah anda?

Pelancong 1 menanggapi kesempatan dengan acuh

Pelancong 2 menanggapinya dengan alakadarnya, dan ketika tahu bahwa untuk mendapatkan kesempatan tersebut harus dengan susah payah, ia memutuskan berhenti.

Pelancong 3 sudah mencoba berusaha, Namun begitu kegagalan langsung menghampirinya maka ia memilih untuk tidak melanjutkan usahanya.

Pelancong 4 mencoba berusaha sekuat tenaga. Bahkan ketika usaha yang pertama gagal ia mencoba lagi pada usaha kedua dengan usaha yang lebih sistematis dan terorganisir, kemudian ia yang mendapatkan peluang tersebut.

Sebenarnya, begitu banyak botol berisi peta harta karun di sekitar kita. Sebut saja contohnya tentang bantuan beasiswa, misalnya. Atau perihal adanya perlombaan yang mana dengan usaha yang maksimal dapat mengantar kita menuju gerbang juara. Beberapa orang menanggapi info-info tersebut dengan bermacam cara. Ada yang menanggapinya dengan biasa saja lalu info tersebut dilupakan seolah tidak pernah mendengarnya. Ada pula yang tertarik, namun melihat tantangan yang ada ia memilih mundur. Ada pula yang sudah mencoba untuk mengikuti namun ia gagal pada usaha pertama dan ketika ada informasi lagi ia memilih untuk tidak mengikuti karena trauma akan kegagalan sebelumnya. Ada pula yang terus berusaha meskipun kegagalan itu terjadi dua, tiga bahkan puluhan kali, hingga akhirnya bukan hanya kemampuan dan keterampilan saja yang ia miliki, namun juga pengalaman yang kemudian mampu mengantarkannya menjadi juara.

 

Menjadi pelancong model berapakah anda?

 

Leave a comment