Tips Menolak Tawaran MLM secara Halus 3


Pernahkah anda menghindar dari teman atau saudara anda hanya karena takut ditawari bisnis MLM? Atau mungkin adan pernah kebingungan menjawab apa ketika ditawari bisnis MLM?

 

Nah, berarti sama dengan saya, hehehe.

 

Selain memiliki mimpi yang bagus, peserta bisnis MLM memiliki mental yang kuat untuk terus mengejar orang lain agar menjadi downline-nya. Hal tersebut tentu memiliki konotasi positif, asalkan dilakukan sewajarnya. Masalahnya ada beberapa pebisnis MLM yang seakan tak punya malu terus menerus mengejar kita untuk bergabung dengan bisnisnya dengan mimpi dan janji yang tinggi, meskipun telah kita utarakan ketidakmauan kita. Nah, belajar dari pengalaman, khususnya perihal bagaimana menghadapi rekan yang tak lelah mengejar kita agar mau mengikuti bisnis MLM, maka semoga beberapa tips dan trik berikut dapat membantu.

 

1. Cara singkat.

Untuk cara singkat, katakan saja “Saya tidak berminat mengikuti bisnis anda”. Jika ia terus mengejar anda dengan pertanyaan terkait alasan anda tidak minat, katakan saja bahwa hal tersebut sudah menjadi ketetapan hati yang tidak seharusnya orang lain tahu, sama seperti anda yang sebenarnya tidak mau tahu apa niat kawan anda tersebut ikut bisnis MLM (walau ia terus nyerocos mengatakannya).

Atau anda dapat pula mengatakan alasan “tidak punya uang untuk bergabung”. Alasan kedua ini cocok jika anda masuk kategori ekonomi menengah ke-bawah, serta bisnis yang dipromosikan kepada anda adalah bisnis dengan biaya membership yang tinggi, karena ada beberapa bisnis MLM yang biaya keanggotaannya mencapai jutaan, namun ada pula yang hanya puluhan ribu rupiah saja.

 

2. Cara agak rumit

Untuk cara ini anda harus bersikap lebih kritis dalam menerima apapun yang disampaikan oleh pebisnis tersebut, Misal ketika anda diharuskan untuk membayar uang pangkal sebesar sekian juta, maka anda harus kritis menanyakan uang tersebut larinya kemana? kemudian siapa pengelolanya? memiliki ijin usaha atau tidak dan lain sebagainya. Dengan banyak bertanya kepada pebisnis tersebut anda akan semakin banyak pula celah terbuka yang dapat menjadi senjata bagi anda untuk menolak bisnis tersebut. Apabila cara yang ini mentok dan pebisnis tersebut terus mampu menjawab setiap sangkalan dari anda, maka kembalikan kepada cara yang pertama sebagaimana tersebut di atas.

 

3. Cara ngaco.

Untuk cara yang ini dibutuhkan keberanian dan pengalaman yang tidak sedikit untuk melakukannya. Cara yang saya maksud adalah misal anda sudah ditawari oleh pebisnis tersebut anda bisa saja menjawab misalnya dengan memberikan fotocopy KTP anda, lalu anda persilahkan pebisnis tersebut untuk meminjam nama anda untuk dijadikan downline, dengan ketentuan pebisnis tersebut yang membayar uang keanggotaan dan ia pula yang nantinya memperoleh bonus serta poin yang dijanjikan dalam MLM tersebut dan anda pastikan bahwa anda tidak akan meminta sepeserpun, anda hanya meminjamkan nama saja.

Atau apabila anda sudah bergabung pada suatu MLM tertentu (ataupun jika belum bergabung namun menguasai dunia per-MLM-an) maka anda dapat pula menggunakan cara lain. Dengarkan saja promosinya sampai selesai, kemudian mulailah berbicara dengan menawarkan balik bisnis MLM yang anda kuasai.

 

Penutup.

Catatan ini bukan dibuat untuk mengusili para pebisnis MLM, bukan pula untuk menggembosi semangat mereka. Catatan ini dibuat sebagai solusi apabila ada yang merasakan risih dengan pebisnis MLM yang terus menerus mengejar mangsanya. Salam hangat.

Leave a comment