Wartawan dan Puasa Para Capres 1


Seorang wartawan yunior dimarahi habis-habisan oleh seniornya setelah melakukan liputan kegiatan Calon Presiden. Dalam catatannya ia memberikan judul “si A hanya puasa setengah hari”.

Terang saja wartawan tersebut dimarahi oleh seniornya karena media tempat mereka bekerja telah di-plot untuk mendukung capres A. Ia disarankan untuk mengubah berita negatif tentang calon A untuk diubah menjadi berita positif, begitu pula sebaliknya. Akhirnya wartawan yunior tersebut memasukkan tulisan berjudul “si A buka puasa di tengah hari”, dan esoknya, ia-pun dipecat.

Leave a comment