Aku Pikir, Aku Rasa 32


Aku pikir, Aku rasa.
I think, I feel.

Aku pikir, Aku memperhalus jalan agar makin mengkilat
Tapi Aku rasa, aku jadikan siapapun mudah terjerembab.

Aku pikir, Aku beri tempat orang lain untuk duduk di kananku
Tapi Aku rasa, aku menjatuhkan guci di sebelah kiriku.

Aku pikir, tujuh ditambah tujuh itu empatbelas
Tapi aku rasa, jam dindingku tak lebih dari duabelas

Aku pikir, Aku buat titian agar dapat dilalui bersama
Tapi Aku rasa, titian ini terlalu ringkih untuk mereka.

Aku pikir, Aku meminta hujan untuk membasahi semesta
Tapi Aku rasa, ah, itu hanya karena aku kehausan semata.

Aku pikir, ku petik buah di hutan lalu kubagi rata
Tapi aku rasa, bukankah amil layak dapat berlipat ganda?

Aku pikir, aku akan mendobrak pintu rumah yang terkunci
Tapi aku rasa, usai terdobrak bagaimana ia terkatup lagi?

Aku pikir, aku berkendara sesuai arah ketetapan
Tapi aku rasa, tlah ku sulap ilalang jadi jalanan

Aku pikir, ku pasang cctv untuk mengamankan istana negara
Tapi aku rasa, lha emang aku ini siapa?

Aku pikir, kugantungkan periuk di atap agar tak diintip serangga
Tapi aku rasa, saat aku dilanda lapar kuatkah aku menggapainya?

Aku pikir, Aku telah melakukan sesuatu yang sangat benar
Tapi Aku rasa, bukankah kebaikan itu tidak cukup dengan “sekedar”?

Aku pikir, untuk apa aku gunakan rasa.
Tapi aku rasa, salahkah jika aku berpikir?

(@gfpanjalu)

Leave a comment