Generasi Bahagia Itu Kami 4


GENERASI BAHAGIA itu, generasi kelahiran 1970 – 1990…;), khususnya yg lahir di daerah pedesaan.

Dan itu adalah kami… 👏:D😘

Kami adalah generasi terakhir yg masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main petak umpet, boy-boyan, gobag sodor, bentengan, jalungan, lompat tali, masak”an, dokter”an, sobyong, jamuran, putri putri melati tanpa peringatan dari ayah-ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik menjadi permainan yg mengasyikkan. Kami yg tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang…😁😅

Kami generasi yg ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat pake kertas surat sanrio atau flomo dan menanti surat balasan dgn penuh rasa rindu…#eaaa😅😘 Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kadang untuk mendengar lagu kesukaan harus ke wartel untuk request ke radio kesayangan. Kamilah generasi yang SD-nya merasakan papan tulis berwarna hitam, dengan penghapus kain perca, masih pakai pensil dan rautan yg ada kaca di salah satunya. Kamilah generasi yg SMP dan SMA-nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yg meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yg sering mencuri pandang teman sekolah yg kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya…#eheeem…👏😚😘

Kami adalah generasi yg merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, komputer pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 166Mhz. Kami generasi yg sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb berisi copian beberapa gambar plus game mario bross dan paham sedikit perintah Dos dgn mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yg memakai MIRC utk chatting dan searching memakai Yahoo. Kami mengenal lotus sebagai cikal bakal dunia tabel. Generasi bahagia yg pertama mengenal atari, sega, nintendo, tetris di gimbot (#gamewatch) yg blm berwarna dan kalau salah pencet maka si gimbot akan bilang “begok lu” secara lantang tanpa sensor sedikitpun.😅😘

Generasi kamilah yg merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yg menulis lirik dgn cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset yg macet, kirim”an salam sm temen” lewat siaran radio generasi penikmat awal walkman dan mengenal apa itu laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap ‘misbar’ yg merupakan cikal bakal bioskop Twenty One…👏😅

Kami tumbuh diantara para legenda cinta seperti Ebiet G Ade, Kla Project, Dewa 19, Padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on 7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu : ‘mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata…’ 🎤🎧🎶

Kami generasi bersepatu butterfly, dogmart, warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan madesu lhooo…hahaha 😁👏😂

Kami adalah generasi yg bebas, bebas bermotor tanpa helm, yg punya sepeda, sepedanya disewain 200 perak/jam, bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi di kali di sungai dll, bebas manggil teman sekolah dgn nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab…👏😘

Sebagai anak bangsa Indonesia, kami hafal Pancasila, nyanyian Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Nyiur Melambai, Pembukaan UUD 45, Teks Proklamasi, Sumpah Pemuda, nama” para Menteri Kabinet Pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan nama” seluruh provinsi di Indonesia…:)😘👍

Kini di saat kalian sedang sibuk”nya belajar dgn kurikulum-mu yg ngejelimet, membaca rapormu yang bikin mumet plus setumpuk tugas yang bikin sepet, kami asik”an mengatur waktu utk selalu bisa ngumpul reunian dgn generasi kami,, untuk sedikit bernostalgia di tengah kesibukan kami.

Source : Broadcast WA.


Error: Unable to create directory wp-content/uploads/2017/10. Is its parent directory writable by the server?

About Gandhung Fajar Panjalu

Pembelajar yang masih belajar bagaimana cara untuk belajar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib Diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

4 thoughts on “Generasi Bahagia Itu Kami