Thaharah, Bersuci Dari Hadats 9


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Thaharah ( طهارة ) dalam bahasa arab bermakna An-Nadhzafah (  النظا فة)  yaitu kebersihan, menurut bahasa artinya suci dan bersih,sedangkan menurut istilah syariat thaharah adalah suci dari hadats dan najis. Thaharah terbagi ke dalam dua bagian : Lahir dan Batin.

Tahararah batin ialah membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dosa,dan maksiat bengan bertaubat secara benar dari semua dosa dan maksiat.dan membersihkan hati dari semua kotoran syirik, ragu-ragu, dengki, iri, menipu, sombong, ujub, riya’, dan sum’ah dengan ikhlas, keyakinan, cinta kebaikan, lemah-lembut ,benar dalam segala hal, tawadlu’, dan menginginkan keridhaan Allah SWT. Dengan semua niat dan amal shalih.

Thaharah lahir ialah thaharah dari najis dan thaharah dari hadats(kotoran yang bisa dihilangkan dengan wudlu,atau mandi,atau tayammum).

B.Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dan pembagian hadats?
  2. Bagaimana cara menghilangkan macam-macam hadats?

C.Tujuan Masalah

  1. Mendeskripsikan  makna Thaharah dan pembagian hadats
  2. Menjelaskan cara menghilangkan macam-macam hadats

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN THAHARAH DAN PEMBANGIAN HADATS

Thaharah (طهارة) menurut bahasa artinya suci dan bersih, sedangkan menurut istilah syariat thaharah adalah suci dari hadats dan najis.

Thaharah hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur’an dan As- sunnah. Sebagaimana firman Allah SWT.

وان كنتم جنبا فا طهروا...”

Artinya :”Dan jika kamu junub,maka mandilah.”(QS.Al-Maidah:6)

وثيابك فطهر

Artinya :”Dan bersihkanlah pakaianmu”(QS.Al-Muddassir:4)

Artinya :”Sesunggunya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”(QS.Al-Baqarah:222)

Sabda Rasulullah saw:

مفتاح الصلاة الطهور

Artinya :”kunci shalat ialah bersuci.”

لاتقبل صلاة بغير طهور

Artinya :”Shalat tanpa wudhu tidak diterima.”(HR.Muslim).

الطهور شطر الاءيمان

Artinya :”Bersuci adalah setengah iman.”(HR.Muslim).

Thaharah terbagi ke dalam dua bagian : Lahir dan Batin.

  1. Tahararah batin ialah membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dosa,dan maksiat bengan bertaubat secara benar dari semua dosa dan maksiat.dan membersihkan hati dari semua kotoran syirik, ragu-ragu, dengki, iri, menipu, sombong, ujub, riya’, dan sum’ah dengan ikhlas, keyakinan, cinta kebaikan, lemah-lembut ,benar dalam segala hal, tawadlu’, dan menginginkan keridhaan Allah SWT. Dengan semua niat dan amal shalih.
  2. Thaharah lahir ialah thaharah dari najis dan thaharah dari hadats (kotoran yang bisa dihilangkan dengan wudlu, atau mandi, atau tayammum).

 

  1. PEMBAGIAN HADATS : Hadats ada dua yaitu hadats besar dan kecil. hadast besar disucikan dengan mandi, hadits kecil dengan mandi.
  • Hadast besar ada 7 ( wajib mandi besar )
  1. Keluarnya mani
  2. Bertemunya dua khitan, Sebagaimana firman-NYA وان كنتم جنبا فاطهروا

Artinya :”jika kalian junub maka mandilah.”(HR.Al-Maidah:6)

Sabda Rasulullah saw.

“اذا تجاوزالختان الجتان فقدوجب الغسل”

Artinya :”jika dua khitan(kemaluan laki-laki dan kemaluan wanita)telah bertemu, maka wajib mandi.” (HR.Muslim).

  1. Murtad atau kafir
  2. Haid

Sebagaimana firman-NYA, yang artinya: ”Oleh sebab itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (mandi).”(Al-Baqarah:222).

Sabda Rasulullah saw.yang artinya:”Tahanlah selama engkau menahan haidmu, kemudian mandilah.” (HR.Muslim).

  1. Nifas
  2. Kematian ( pendapat ulama` yang lain menyatakan “mayat bukan hadas”, tapi mayat dimandikan karena perintah ibadah bukan karena kematian membuat mayat menjadi hadas )
  3. Melahirkan tanpa darah.

 

  • Hadast kecil ada 8 ( Membatalkan wudhu)
  1. Apa-apa yang keluar dari dua jalan (kubul dan dubur) baik perkara lumrah (kencing,berak dll) atau tidak lumrah ( cacing,pasir,kentut dari depan,cairan yang keluar dari kemaluan wanita dll  tidak membatalkan wudhu jika tidak ada dalil dan keluarnya tidak disertai najis pembetal wudhu ).Sebagimana sabda Rosulullah yang artinya :  “ Allah tidak menerima sholat salah seorang dari kalian jika dia berhadast hingga dia bewudhu lagi” (HR.Bukhori)
  2. Kotaran yang dianggap menjijikan yang keluar dari selain dua jalur ( kubul dan dubur ) ada pendapat terkuat bukanlah najib atau hadast kecil yang membatalkan wudhu contoh : arah,ijama (mengeluarkan darah kotor ), nanah,ulat ditempat luka.
  3. Hilangnya akal baik sementara ( pingsan), atau selamanya (gila) ,tidur menurut jumhur ulama` berpendapat : “ membatalkan wudhu jika tidurnya banyak ,ukurannya tidak sedikit adalah jika tidak nyenyak,dan dalam keadaan duduk”. Sebagaimana sabda Rosulullah  “ العين وكاء السه ، فمن نام فليتوضأ “

Artinya : “ Mata adalah tali dubur maka barangsiapa tidur, ia harus wudhu lagi “(HR.Abu Daud )

  1. Menyetuh kemaluan, ada pendapat terkuat adalah menyentuh kemaluan disunnahkan wudhu ( bukan membatalkan wudhu ) karna mengkompromikan dua hadast.sabda Rosulullah saw : “ من مس ذكره فلا تصل حتي يتوضأ “

Artinya : “ barang siapa yang menyentuh kemaluanya ,ia jangan sholat hingga ia berwudhu lagi “ (HR.At-Tirmizi dan yang menshohehkanya)

  1. Menyentuh perempuan dengan syahwat, pendapat terkuat adalah menyentuh perempuan tidak membatalkan wudhu secara mutlak.
  2. Memandikan mayat (janazah) ada pendapat yang kuat bahwa memandikan mayat bukan hadast besar atau kecil dan tidka disunnahkan mandi atau wudhu karena hasits-hadistnya lemah.
  3. Murtad,kesempakatan ulama`. Al-Qur`an telah menjelaskan murtad dalam surah Az-zuma ayat 65 .

“ ولقد اوحي اليك والي الذين من قبلك ،لئن اشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخسرين ”

Yang artinya “ jika kamu mempersekutukan ( Allah ),Niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.Az-zumar : 65)

  1. Memakan daging unta.

 

  1. CARA MENGHILANGKAN MACAM-MACAM HADATS

Thaharah dari hadast cara menghilangkan atau mensucikannya dengan cara wudhu, mandi dan tayammum.

Alat thaharah bisa dengan dua hal:

  1. Air mutlak, yaitu air asli yang tidak tercampur oleh sesuatu apa pun dari najis, seperti air sumur, air mata air, air lembah, air sungai, air salju, dan air laut, sebagaimana firman-NYA:

وهوالذي ارسل الريح بشرابين يدي رحمته،وانزلنا من السماء ماء طهورا

Artinya : ”Dan dialah yang meniupkan malam untukmu (sebagai)pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya(hujan),dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.” (Al-Furqan:48).

Sabda Rasulullah saw:

الماء طهور الا ان تغير ريحه او طعمه او لونه بنجاسة تحد ث فيه

Artinya :” Air itu suci kecuali jika berubah aromanya, atau rasanya, atau warnanya karena kotoran yang masuk padanya.”(HR.Al-Baihaqi.hadist ini dhaif, namun mempunyai sumber yang shahih dan seluruh umat islam mengamalkannya).

  1. Tanah yang suci di atas bumi, atau pasir, atau batu, atau tanah yang berair, karena Rsulullah saw. Bersabda:

جعلت لي الارض مسجدا وطهورا

Artinya :”Bumi dijadikan masjid, dan suci bagiku.”(HR.Ahmad dan asal hadits ini dari shahih Al-Bukhari dan shahih Muslim).

Tanah bisa dijadikan sebagai alat thaharah jika air tidak ada, atau tidak bisa menggunakan air karena sakit dan lain sebagainya, karena dalil-dalil berikut:

Firman-Nya yang artinya:

“Kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kalian dengan tanah yang suci.”(Al-Nisa’:43).

Sabda Rasulullah saw:

“ ان الصعيب طهور المسلم وان لم يجد الماء عشر سنين، فاذا وفليمسه بشرته”

Artinya :”Sesungguhnya tanah yang baik adalah alat bersuci seorang muslim kendati ia tidak mendapatkan air selam sepuluh tahun.jika ia,mendapatkan air,maka hendaklah ia menyentukannya ke kulitnya.”(HR.At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya).

Rasulullah Saw.mengizinkan Amr bin Al-Ash Ra. Bertayammum dari jinabat pada malam yang sangat dingin, karen aAmr bin Al-Ash mengkhawatirkan keselamatan dirinya jika mandi dengan air yang dingin. (HR.Al-Bukhari).

  1. Macam-macam Hadats
  • Hadast besar (Wajib mandi)

Mandi disyariatkan Al-Qur’an, dan As sunnah

Sebagaimana firman-NYA: “ وان كنتم جنبا فاطهروا”

Artinya :”jika kalian junub maka mandilah.”(Al-Maidah:6).

Firman-Nya yang artinya:

“(Jangan pula hampiri masjid)sedang kalian dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kalian mandi.” (Al-Nisa’:43).

Sabda Rasulullah Saw: “ اذا تجاوز الختان فقد وجب الغسل

Artinya :”Jika khitan(kemaluan laki-laki)telah menyentuh khitan (kemaluan wanita), maka wajib mandi.” (HR. Muslim).

Cara mandi seoarang muslim: Mengucap Basmalah dengan berniat menghilangkan hadast besar dengan mandi, membersihkan kedua telapak tangan tiga kali, membersihkan apa yang ada di kedua lubang-nya( kemaluan dan dubur ) dan kotoran disekitarnya,  berwdhu, kecuali kedua kakinya karena ia bisa membasuhnya ketika berwudhu dan ia dibolehkan menunda membasuh kedua kakinya hingga selesai dari membasuhnya,kemudian menyiramkan air ke bagian tubuh sebelah kanan, dimulai dari bagian paling atas hingga bagian paling bawah, dan menyiramkan air ke bagian tubuh sebelah kiri persis seperti ketika menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan. Selain itu kita juga harus memperhatikan  tempat-tempat yang tersembunyi seperti tali pusar, dibawah ketiak, dua lutut, dan sebagainya, karena Aisyah Ra.berkata:”Jika Rasulullah Saw. Ingin mandi jinabat, beliau membersihkan kedua tangannya sebelum memasukkan kedalam air, kemudian membersihkan kemaluannya, berwudhu seperti wudhu untuk sholat, membasahi rambut dengan air, menyiram kepalanya dengan tiga kali siraman, dan menyiramkan air keseluruh organ tubuhnya.” Ini cara mandi laki-laki.sedangkan wanita, ia cukup dengan menyiramkan air ke kepalanya tiga kali, menggosok badan, dan tidak usah membuka gulungan rambutnya, karena At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Salamah yang berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku wanita yang gulungan rambutku tebal, apakah aku harus membukanya ketika mandi jinabat?”Rasulullah Saw. Bersabda: ”tidak usah, engkau cukup dengan menyirankan air tiga kali siraman ke kepalamu.” (HR. At-Tirmidzi).

  • Hadast kecil (dengan berwudhu)

Wudhu juga disyariatkan oleh Al-Qur’an dan As-sunnah: sebagaimann firman-Nya, yang artinya:

“Hai orang –orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basulah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki kalian samapai dengan kedua mata kaki.” (Al-maidah:6).

Sabda Rasulullah Saw: “ ا تقبل صلاة احد حتى يتوضا”

Artinya :”Shalat salah seorang dari kalian tidak diterima jika ia berhadats hingga ia berwudhu.” (HR. Al- Bukari).

Cara berwudu orang muslim: mengucapkan Bismillah, tuangkan air kedua telapak tangan, membasuhnya tiga kali, berkumur tiga kali, menghirup air kehidung dan mengeluarkannya tiga kali, membasuh wajah dari tempat tumbuhnya rambut hingga jenggotnya, dari tonjolan di depan telinga ke tonjolan di depan telinga tiga kali, membasuh tangan kanannya hingga lengan sebanyak tiga kali dengan memasukkan air ke jari-jarinya, membasuh tangan kiri hingga lengan sebanyak tiga kali dengan memasukkan air ke jari-jari, membasuh kepala satu kali di mulai dengan kepala bagian depan kemudian membawa kedua tangannya ke tengkuknya kemudian mengembalikan kedua tangannya ke tempat semula(kepala bagian depan), mengusap kedua telinganya, luar dan dalam dengan air yang tersisa dikedua tangannya atau mengambil air lagi jika di kedua tangannya tidak tersisa air, membasuh kaki kanan sampai mata kaki sebnyak tiga kali, membasuh kaki kiri sampai mata kaki tiga kali, dan membaca doa. Diriwayatkan Ali bin Abu Thalib Ra. Berwudhu, kemudian membersihkan kedua telapak tangannya hingga bersih, berkumur tiga kali, menghirup air dengan hidung tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali dan kedua lengannya tiga kali, mengusap kepalanya sekali, membasuh kedua kakinya hingga kedua mata kaki, kemudian berkata, “Aku ingin perlihatkan kepada kalian bagaimana cara bersuci Rasulullah Saw.” (HR. At-Tirmidzi dan ia man-shahih-kannya)

Leave a comment