27 Mei, Luruskan Arah Kiblat Shalat Anda 32


 

Pada tanggal 27 Mei 2016, terdapat peristiwa menarik dalam ilmu Astronomi, dimana matahari berada tepat di atas Ka’bah. Peristiwa tersebut biasa disebut Istiwa A’zham (persinggahan utama) atau lebih dikenal dengan nama Rashdul Qiblat (petunjuk arah kiblat). Berdasarkan perhitungan ilmu Hisab, diketahui bahwa dalam satu tahun, matahari dua kali berada di atas Ka’bah. Pertama, pada tanggal 27 Mei pukul 12 menit 17 detik 52 waktu makkah pada tahun kabisat, atau 28 Mei pukul 12 menit 17 detik 59 waktu makkah pada tahun reguler (non kabisat). Kedua pada tanggal 15 Juli pukul 12 menit 26 detik 42 waktu makkah pada tahun kabisat, atau 16 Juli pukul 12 menit 26 detik 48 waktu makkah pada tahun reguler (non kabisat). Dalam peristiwa tersebut, dikarenakan matahari berada tepat di atas ka’bah, maka seluruh bayangan di muka bumi akan membelakanginya.

Bagi anda yang ingin meluruskan kiblat shalat untuk masjid, mushalla ataupun tempat shalat di rumah, maka anda dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Misalnya pada saat Rashdul Qiblat 27 Mei 2016 besuk. Caranya, letakkan tongkat setinggi +- 50 cm – 1 m dan diberdirikan tegak lurus pada tempat yang datar dan terkena sinar matahari kemudian tunggu hingga saat Rashdul Qiblat. Anda dapat pula menggunakan bayangan bangunan, menara masjid dan sebagainya asalkan bayangan tersebut benar-benar berdiri tegak lurus. Pastikan pengukur waktu yang anda gunakan sesuai dengan waktu global, misal dengan menggunakan jam yang terkoneksi menggunakan sinyal internet/handphone, jam televisi dan sebagainya. Apabila tepat waktu Rashdul Qiblat, maka buat garis pada bayangan yang dibentuk oleh tongkat tersebut. Toleransi dari waktu Rashdul Qiblat +- 2 menit. Terakhir, sesuaikan arah kiblat di masjid, mushalla maupun tempat shalat di rumah dengan garis yang telah anda buat tersebut. Anda dapat menggunakan bantuan kompas, tali, dan sebagainya.

Hal yang tidak kalah penting adalah proses konversi dari waktu lokal Makkah dengan waktu lokal tempat anda tinggal. Bagi masyarakat yang berada pada daerah Indonesia Bagian Barat, maka dikonversi dengan menambah 4 jam, sehingga Rashdul Qiblat  terjadi pukul 16.18. Adapun Indonesia bagian Tengah dikonversi dengan menambah 5 jam atau pukul 17.18. Dalam hal ini, terkadang matahari masih terlihat pada waktu tersebut, namun terkadang matahari sudah tenggelam sehingga tidak dapat menyaksikan peristiwa tersebut. Adapun Indonesia di bagian Timur, dipastikan tidak dapat menyaksikan Rashdul Qiblat dikarenakan saat peristiwa tersebut berlangsung waktu lokal daerah tersebut pukul 18.18, sehingga dipastikan matahari sudah tenggelam.

Mari kita berupaya untuk meluruskan kiblat shalat kita, sebelum kita berupaya untuk meluruskan kiblat bangsa.

 

Tabik.

 

Rashdu

Leave a comment