Dari Polisi Cepek Hingga Terorisme. (ngalor ngidul) 9


Sore ini, Ada yang unik di U-Turn (Putar Balik) daerah Medokan Ayu, Surabaya. Jika biasanya polisi cepek yang membantu di lokasi tersebut menggunakan pakaian ala kadarnya, hari ini ia tampil istimewa. Menggunakan rompi oranye yang terlihat mencolok, di dadanya tertempel kertas bertuliskan “Thanks to Goverment, Save 10 WNI”. Sebuah kalimat sederhana yang mengungkapkan terimakasih atas keberhasilan pemerintah dalam memulangkan 10 orang WNI yang menjadi sandera Abu Sayyaf di Filipina.

Terlepas dari semua itu, alih-alih berterimakasih kepada pemerintah, banyak pihak yang saling adu klaim tentang kepada siapa seharusnya ucapan terimakasih itu diberikan.

Ada pihak yang bersikukuh bahwa tim negosiator SP, politisi Partai Biru yang telah melakukan negosiasi sehingga sandera dibebaskan, bekerjasama dengan Yayasan Sukma kemudian diantar pulang menggunakan Jet Pribadi milik SP.

Pihak lain menganggap KZ, Sang Purnawirawan yang lebih berjasa karena telah bertemu dengan Abu Sayyaf dan menjalin komunikasi sehingga sandera dibebaskan. Yang lain, ada “pensiunan” teroris yang saat ini telah bertaubat, UP yang seijin Menhan telah melakukan komunikasi dengan Abu Sayyaf sejak awal april.

Yang paling konyol, ada juga yang ngotot bahwa proses pembebasan tersebut karena Abu Sayyaf telah menerima uang tebusan. Padahal, asumsi tersebut disangkal oleh seluruh negosiator, dan juga oleh Pemerintah.

Mereka boleh jadi berjasa dengan upayanya masing-masing. Namun sangat disayangkan apabila jasa tersebut diseret kepada ranah politik sehingga menjadi alat kampanye kelompok tertentu dan menafikan upaya yang dilakukan oleh negosiator lain (khususnya yang berseberangan secara politis).

Apapun yang terjadi, kita tentu wajib berterimakasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu proses kembalinya 10 WNI yang disandera oleh Teroris Abu Sayyaf dan gerombolannya. Semoga spirit tersebut tetap membara, khususnya untuk menyelamatkan 4 WNI yang masih dalam sandera, dan pada umumnya sebagai upaya menghancurkan Terorisme hingga ke akar-akarnya.

Leave a comment