Umar, Keledai dan Jalan Berlubang 7


Umar bin Khattab, Keledai dan Jalan Berlubang.

Teringat kisah Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu tentang jalan berlubang di Irak. Amirul mukminin Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu yang terkenal tegas dan tegar dalam memimpin kaum muslimin tiba-tiba menangis, dan kelihatan sangat terpukul. Informasi salah seorang ajudannya tentang peristiwa yang terjadi di tanah Iraq telah membuatnya sedih dan gelisah. Seekor keledai tergelincir kakinya dan jatuh ke jurang akibat jalan yang dilewati rusak dan berlobang. Melihat kesedihan khlalifahnya, sang ajudan pun berkata: “Wahai Amirul Mukminin, bukankah yang mati hanya seekor keledai?” dengan nada serius dan wajah menahan marah Umar bin Khattab bekata: “Apakah engkau sanggup menjawab di hadapan Allah ketika ditanya tentang apa yang telah engkau lakukan ketika memimpin rakyatmu?” Dalam redaksi lain dijelaskan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata, “Seandainya seekor keledai terperosok di Kota Baghdad karena jalanan rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah Ta’ala, ‘Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?’.

+×÷==÷×+
Secara kontekstual, kisah tersebut di atas menggambarkan tanggungjawab pemimpin atas apa yang ia pimpin. Namun tak perlu jauh2 menyelami dunia kontekstual untuk mengambil ibrah di dalamnya. Secara tekstual-pun kita dapat membaca bagaimana perhatian Umar terhadap masyarakat, bahkan meski hanya urusan jalan (baca, lalu lintas).

Beberapa bulan silam, saya membaca ada korban kecelakaan akibat menghindari lubang di jalan kemudian disambar truk dan tewas di tempat. Tiga bulan lalu motor yg saya naiki mengenai satu lubang yang mengakibatkan ban bocor depan belakang (yang belakang sobek dua titik) plus velg motor peyot. Parahnya lagi, itu terjadi lewat tengah malam (sekitar pukul 01.00). Tak ada pilihan selain mendorong dalam jarak yang tidak dekat untuk menemukan jasa servis tambal ban. Total biaya servis lengkap dengan press velg mencapai setengah juta.

Cukup banyak sudah umpatan, hujatan hingga makian yang dilayangkan masyarakat kepada pengelola jalan raya. Bahkan beberapa mengajukan gugatan pada jalur hukum. Dinas terkait-pun sudah berupaya semaksimal mungkin dalam pengelolaan jalan (meski tentu masih ada kurangnya). Semoga pelayanan terus ditingkatkan.

+×÷==÷×+
NB.

1. Foto tdk berhubungan langsung, tapi sedikit berkaitan. Suasana lampu TL pertigaan kletek dari arah Sukodono yang menyala ketiganya, membuat suasana pertigaan menjadi lebih cerah, indah, dan colourfull..

2. Kisah di atas adalah tentang petualangan bersama jalan berlubang. Mungkin perlu halaman lain untuk menceritakan kisah petualangan bersama lubang berjalan.

20160619_183344

Leave a comment