35 Logical Fallacy dalam Diskusi Keagamaan di Sekitar Kita (Jenis dan Contohnya) Part 2 50


SEBELUMNYA

 

11. False Cause, Menyambungkan dua hal yang terjadi bersamaan namun tidak berkaitan.
Contoh 1, A pergi ke masjid, saat itu banyak sandal hilang, padahal biasanya tidak.
Contoh 2, Harga sepatu lebih mahal pada tahun 2015, sedangkan tahun tsb angka perceraian meningkat. Kesimpulannya, tingginya harga sepatu meningkatkan angka perceraian.
12. Bulverisme, yakni mempertanyakan niat pemberi argumen, dapat pula disebut “Poisoning the Well/Meracuni sumber) yakni membuat lawan dianggap tercela sebelum lawan mengajukan argumentasi.
Contoh : Halah, kau alasan gitu, bilang aja kamu mau dilihat alim gitu khan,
13. Post hoc, ergo propter hoc, menganggap sesuatu hal pasti disebabkan sesuatu yang telah terjadi sebelumnya.
Contoh : si A Menjadi Muallaf, esoknya ia dirampok, (B) Kasihan dia, dirampok hanya karena menjadi seorang muallaf
14. False Dillema atau False Dichotomy, yakni membuang berbagai opsi yang ada, mengerucutkan hanya pada satu atau beberapa opsi sehingga diskusi terjebak untuk hanya memilih opsi tersebut.
Contoh 1. : Sistem yang kami bawa ini dari tuhan, jika tidak diikuti maka tunggu saja balasannya kelak. (Padahal boleh jadi ada berbagai sistem lain)
Contoh 2 : Kafir yang baik lebih layak masuk surga daripada Muslim yang kelakuannya bejat (Padahal dalam diktum Kafir, Muslim, Baik dan Bejat ada 4 titik temu, yakni Muslim yang Baik, Kafir yang Baik, Muslim yang bejat, dankafir yang bejat, namun dalam hal ini hanya diambil dua)
15. Argumentum ad Novitatem, dimana setiap hal yang baru dikatakan pasti lebih baik dan hal lama harus diganti.
Contoh : Ini ada fatwa baru dari si A, dan ini pasti lebih dibandingkan dengan fatwa si Z yang telah dikeluarkan ratusan tahun silam.
16. Argumentum ad Antiquitatem, kebalikan dari sebelumnya, dimana setuap hal yang lama pasti lebih baik daripada hal baru.
Contoh : Fatwa ini telah dijalankan sejak ratusan tahun silam, mosok diganti hanya gara-gara ada fatwa baru.
17. Wrong to Right, atau Two wrong make right, dimana sebuah kesalahan akan dianggap benar jika kesalahan tsb untuk menutupi kesalahan sebelumnya.
Contoh : si A membakar rumah ibadah X, dengan alasan si X telah meludah di rumah ibadah si A. Perilaku X salah, tapi perilaku A juga tidak dibenarkan.
18. Proof by Assertion, yakni mengulang-ulang argumen yang sama tanpa memperhatikan kontradiksi terhadap argumen tersebut.
Contoh : sejak tadi saya sampaikan bla bla bla,, (padahal dari tadi sudah ada berbagai kontradiksi, tetapi ia tidak menjawab kontradiksi namun mengulang2 hal yang sama)
19. Black or White, yakni menganggap pilihan hanya ada dua dan itu berkebalikan.
Contoh : Kalau kau tidak mau membenci syiah berarti kau bagian dari syiah
20. Anecdotal, Mengabaikan data yang sedemikian banyak dan hanya berpedoman pada kasus tertentu
Contoh : (A) Kota Z ditetapkan sebagai kota paling islami se dunia (B) Halah, apanya wong saya pas kesana kemarin juga kecopetan..
21. Circular reasoning, penalaran yang berputar-putar.
Contoh 1 : Agama saya benar, karena dalam kitab suci disebutkan bahwa agama saya benar
Contoh 2 : Si X orang hebat, karena tidak pernah melakukan kesalahan, Ia tidak pernah salah karena ia hebat.
22. Ambiguistik, yakni argumen yang dapat bermakna ganda
Contoh : Kota Bebas Maksiat, (Dapat bermakna daerah itu bebas dari maksiat, bisa juga diartikan bebas melakukan maksiat di kota tersebut)
23. Loaded Question, pertanyaan yang menjebak karena diambil dari penalaran yang salah.
Contoh ; Kau dari tadi menolak fatwa ini, sejak kapan kau murtad?
24. Middle Groud, menganggap bahwa setiap titik tengah dari perbedaan pendapat adalah kebenaran. Disebut juga argumentum ad Temperentatum
Contoh : (A) Obat herbal ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kecuali mati, (X) Bohong, makanan kayak gitu gak ada pengaruh bagi kesehatan, (B) owh, berarti obat itu hanya menyembuhkan sebagian penyakit.

 

SELANJUTNYA

Leave a comment