35 Logical Fallacy dalam Diskusi Keagamaan di Sekitar Kita (Jenis dan Contohnya) Part 3 4


SEBELUMNYA

 

25. Special Pleading, yakni adanya permohonan khusus akan suatu kasus
Contoh : (A) Candi Prambanan dibuat hanya dalam waktu semalam atas bantuan Jin, (B) Tidak Mungkin, Jin tidak bisa membuat candi (A) Lhow, siapa bilang jin tidak bisa? Kau ingat cerita Istana Sulaiman yang dibangun Jin? (B) Itu beedaa.. Kalau sulaiman itu memang dibantu Jin, karena ia raja manusia dan jin.. dst..
26. Burden of Proof, Memaksa orang lain membuktikan bahwa klaim yang dilontarkan adalah salah, padahal seharusnya pembuat klaim yang harus membuktikan kebenaranklaimnya.
Contoh : Tuhan itu ada, kalau tidak percaya, cari bukti yang menyatakan bahwa tuhan itu tidak ada !
27. Cherry Picking, memetik cery, yakni mengambil kesimpulan dari hal kecil yang disukai, mengabaikan hal lain yang tidak disukai meski lebih besar
Contoh : Terbukti doa saya dapat menyembuhkan penyakit, tanyakan pada ibu A yang sembuh setelah saya beri doa. (Padahal ada banyak orang yang telah ia beri doa tapi tetap saja penyakitnya tak mau sembuh)
28. Appeal to Authority, condong kepada otoritas, bahwa kebenaran tergantung pada siapa yang menyatakan itu benar
Contoh 1. : (A) Kyaiku bilang kelompokku yang paling benar (B) Kalau kata ustazku, kelompokkulah yang paling benar.
Contoh 2 : Negara telah menyatakan bahwa kelompok C itu sesat, lalu masyarakat meyakininya tanpa menelaah terlebih dahulu.
29. Gambler Fallacy, Meyakini bahwa jika selama ini kehidupan berjalan dalam kondisi A, maka pasti tahun berikutnya berjalan dalam kondisi B
Contoh : 100 tahun sudah negeri ini dikuasai ormas A, saya yakin tahun depan kita yang menguasai.
30. Bandwagon, menganggap kebenaran sesuatu karena banyak orang yang melakukannya.
Contoh (A) Kenapa kau pakai pakaian ketat? (B) Ini sedang ngetrend, semua orang juga pakai.
31. Composision, Menganggap jika sesuatu berlaku bagi sebagian, maka boleh untuk keseluruhan.
Contoh : Tanah semakin kuat jika dibakar. B yakin ia terbuat dari tanah. B kemudian yakin jika dirinya dibakar, ia akan semakin kuat.
32. No True Scotman, yakni penalaran dengan membuat syarat, jika tidak memenuhi syarat tersebut maka dianggap bukan bagiannya, padahal syarat itu dtentukan sesuka hati.
Contoh : (B) Sebagai seorang muslim, kita harus memerangi kafir (J) Saya muslim, tapi saya fikir muslim harus bersahabat dengan kafir karena bla bla… (B) Berarti kau bukan muslim.
33. Genetical Fallacy, menganggap sesuatu itu benar atau tidak berdasarkan pengucapnya.
Contoh : Seorang agamawan kena kasus terorisme (B) Jangan percaya kata media, karena itu pesanan, kapitalis, dst,, (Bukan melakukan klarifikasi tapi menyalahkan sumber informasi)
34. Sharpshooter, Memilih data untuk dirangkai tanpa melihat data lain, sehingga yang diperoleh data yang bias.
Contoh : Seseorang muallaf bercerita tentang mimpi yang ditemui sebelumnya, kemudian ia bersyahadat, (padahal di luar itu ada tekanan dari sahabat, keluarga dll agar ia memilih jadi muallaf, namun itu tidak disebutkan)
35. Ipse Dixistism, yakni seolah premis yang diajukan adalah premis mutlak sehingga dapat langsung ke premis setelahnya.
Contoh : Terbukti bahwa ideologi ini telah menyengsarakan rakyat, dan harus diganti dengan ideologi spiritual. (Padahal kesengsaraan dari ideologi awal belum disepakati kebenarannya)

Pada dasarnya masih banyak model dan contoh Logical Fallacy di sekitar kita. Adapun catatan yang ada ini hanya sebagian saja. Data ini diambil dari berbagai sumber. Mohon maaf atas berbagai kekurangan dan kesalahan yang ada.
Terimakasih.

Leave a comment