Geng Baper 23


Saat sekolah, saya bergaul dengan teman sekolah yang memiliki berbagai sifat, karakter dan fisik yang berbeda. Dari banyak teman tersebut, salah satunya adalah seorang teman yang biasa dipanggil “Ndolo”, tentu bukan nama sebenarnya. Nama aslinya sengaja tidak saya sampaikan karena berkaitan dengan marwah yang bersangkutan.

Ndolo ini tubuhnya cukup tinggi besar, tidak terlalu gemuk, dan memiliki ukuran mata yang “over-width”. Ukuran mata tersebut yang mengakibatkan ia dipanggil Ndolo, kependekan dari Mendolo yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti Melotot. Ya, ia selalu tampak melotot sepanjang waktu. Waktu marah maupun senang, sama-sama melotot. Bahkan senyum-pun dilakukan sambil melotot, keren bukan? (Fentung!)

anak-ketawa

Suatu hari, terjadi kehebohan di gerbang sekolah, dimana sekelompok siswa sekolah lain mendatangi sekolah kami dan bermaksud mendobrak pagar. Aksi mereka tak ubahnya geng preman, atau gambaran nyata dari film “anak jalanan” yang saat itu mungkin kehadirannya sama sekali belum dipikirkan. Untungnya pagar tersebut selain kuat, juga dijaga oleh petugas yang berbadan besar dan dikenal menjadi jagoan di daerahnya. Walhasil aksi sekelompok siswa sekolah lain tersebut gagal dan mereka pulang sambil terus mengancam, sumpah serapah, caci maki, dan sebagainya. Ada dugaan saat “bertamu” ke sekolah kami mereka dalam keadaan mabuk karena muncul aroma khas yang tercium oleh petugas keamanan.

Apa pasal keributan itu terjadi? Rupanya mereka tersinggung setelah paginya merasa dipelototi oleh siswa yang memakai seragam sekolah kami. Rupanya, mereka baper saat nongkrong di warung perempatan karena Ndolo lewat. Padahal saat lewat tempat tongkrongan siswa lain tersebut, Ndolo sama sekali tidak berekspresi apapun. Ia sekedar toleh kanan kiri sebagaimana etika berkendara.

Lalu, hari-hari ini pemandangan jagad medsos kita dipenuhi oleh baper versi lain akibat ndolo versi lain pula. Baper pertama disikapi dengan marah pingin bantai, baper kedua ada yg marah, ada pula yg mewek bombai. Baper pertama dipicu mabok minuman, baper kedua dikompori mabok pemahaman. Baper pertama diisi anak-anak alay, baper kedua diisi bapak-bapak lebay. Baper pertama ciutkan nyali lawan, baper kedua matikan hati kawan.

Leave a comment