Seusai Shalat Jum’at 73


Ada yang dengan reduh tetap di dalam masjid, sedikit mudzakarah mengantarkannya menuju qailulah, terkadang di tangannya tergenggam quran, buku, tasbih, atau minimal ponsel pintar. Wajahnya yang sayu berusaha menyelami perkataan khathib dan mengaca dirinya, lalu ia sadar bahwa dirinya jauh dari itu. Iapun menangis karena dirinya sendiri, tangisan untuk diri sendiri, dan berjanji mengubah diri sendiri. Ada yang dengan wajah sumringah kembali beraktivitas dengan semangat, menuju sawah yang panas dan terik, bergulat dengan mesin dan komputer, mengais rizki halal seperti kata pak ustadz. Khutbah tadi menjadi pelecut baginya untuk terus berjuang di dunia eengan tetap memegang nilai-nilai agama. Masjid kawasan pedesaan dan daerah industri biasa menjadi saksi.

Ada yang dengan wajah cerah berkumpul dengan sahabat, cerita ini itu dan sedikit curhat, bercengkerama menunggu waktu lewat. Biasa ditemui di Masjid sekitar sekolah dan perguruan tinggi. Ada yang dengan wajah santai kembali berjibaku dengan jalanan, aspal yang keras, cuaca yang panas ditambah lalulintas yang padat kembali menemaninya, fantasyiru fil ardli menjadi spiritnya. Masjid sekitar rest area biasa menjadi pilihannya. Ada yang dengan wajah garang turun ke jalan, al adl wa ihsan kata khotib dalam penutup khutbah diabaikan, tak lupa asma-Nya dijadikan bulan-bulanan. Di dunia ponsel hal itu bisa kita saksikan.

gambar-animasi-bergerak-power-point-taman


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib Diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

73 thoughts on “Seusai Shalat Jum’at