Stop Berfikir Hitam Putih 15


Budaya “hitam atau putih” semakin terlihat nyata pada sebagian penduduk negeri ini. Dalam klasifikasi ini, sebagian masyarakat kita menganggap sesuatu yang tidak hitam pasti putih, sedangkan sesuatu yang tidak putih hitam. Sebegitu melekatnya budaya hitam putih ini, sehingga merasa yang merasa duduk di barisan putih, jika ada warna lain selain putih maka itu dianggap pasti warna hitam dan kemudian dilabeli stigma bahwa warna tersebut berlawanan dengan warna putih. Budaya ini melekat dalam berbagai hal mulai urusan sosial, politik hingga urusan agama. Meskipun jumlah mereka tidak besar, tetapi di sisi lain mereka merasa bahwa mereka adalah kelompok yang besar, atau setidaknya mereka dapat menghasut kelompok yang banyak jumlahnya agar sekilas terlihat mendukung mereka.

Sebagai contoh, perbedaan tafsir yang semenjak dahulu sudah biasa terjadi di kalangan ulama. Yang terjadi pada sebagian masyarakat saat ini, apabila ia duduk dalam suatu kepercayaan atas sebuah penafsiran, maka ia akan menganggap penafsiran lain di luar apa yang ia yakini adalah tafsir yang salah, bahkan sampai pada tingkatan sesat.

source pinterest

Budaya pemikiran hitam putih semacam ini sangat berbahaya jika terjadi pada masyarakat. Imbasnya, masyarakat akan menjadi jumud, bersikap tertutup terhadap perbedaan pendapat, berfikir radikal, dan sebagainya. Padahal, perbedaan penafsiran adalah salah satu sunnatullah yang tidak dapat dihindari. Jika seseorang hanya berpemikiran hitam putih, tentu ia tidak tahu bahwa di luar sana masih banyak warna lain yang dapat dinikmati keindahannya, mulai dari warna merah, kuning, hijau, biru dan sebagainya. Bukankah warna warni itu lebih indah daripada sekedar satu atau dua warna?


Error: Unable to create directory wp-content/uploads/2017/10. Is its parent directory writable by the server?

About Gandhung Fajar Panjalu

Pembelajar yang masih belajar bagaimana cara untuk belajar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib Diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

15 thoughts on “Stop Berfikir Hitam Putih