Waw… Ganti Lampu Motor Sehari Tiga Kali (Bulb VS Halogen VS LED) 8


“njanur gunung, kadingaren, tumben lagi pengen nulis bertema otomotif. Bahkan saking “tumben”-nya, webpri ini tidak memiliki kategori otomotif. Akhirnya ikut numpang ke kategori teknologi & hardware. Meski acak-acakan dan jauh dari sempurna sebagaimana para mastah otoblog, setidaknya ini bersumber dari pengalaman pribadi, selamat menikmati.

 

Berawal dari matinya lampu utama (headlamp) Vario Tech 125. Awalnya, sekitar awal bulan lalu, hanya lampu bawah bagian kiri saja yang mati. Tentu masih santai karena masih ada lampu utama kanan, serta masih ada lampu high-beam yang nyala keduanya. (dalam hati, melihat lampu low-beam mati sebelah tetapi high-beam nyala semua ini justru terlihat lebih keren, jadi mirip motor sport edisi terbaru, hehehe). pekan kemudian, lampu rendah bagian kanan-pun ikutan mati. Walhasil, kondisi motor menjadi tak ubahnya motor yang tidak mengaplikasikan AHO (Auto Headlamp On), dimana lampu hanya bisa menyala jika saklar high-beam diaktifkan. Sampai di sini sudah ada keinginan untuk mengganti lampu, tetapi inginnya diganti usai tahun baru, sekalian servis lengkap, dan ganti kampas rem depan yang sudah mulai mengeluarkan desahan halusnya setiap kali roda berputar (ah,,, ah,,, ahh...)

Belum sampai berganti tahun, mendadak lampu high-beam sebelah kanan mati. Wah, ini sih kode keras yang artinya mau tidak mau, suka atau tidak harus ganti secepatnya. Nah, mumpung lagi libur, saatnya mengganti lampu sendiri, toh mengganti lampu di Vario Techno 125 sama sekali tidak sulit. dengan modal keterampilan jari di celah sempit dan suasana gelap, dipastikan lampu akan terganti. Mulailah browsing-browsing mencari referensi jenis dan harga lampu. Akhirnya, pilihan jatuh pada lampu Hallogen yang harganya 25 ribu satu biji. Otomatis beli dua buah = 50 ribu. Lampu ini merk Osram, 35 Watt. Cara pasangnya cukup mudah, meski harus memutar tangkai lampu dengan obeng minus karena posisi saklar low & high yang terbalik. Hasilnya, sangat memuaskan. Terang, fokus, dan sorotnya cukup jauh jika menggunakan High-Beam. Pukul 16.00 lampu diaplikasikan, pukul 20.00 lampu digunakan perjalanan +- 25 KM yang ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Kondisi jalanan yang hujan plus macet membuat laju kendaraan tidak bisa segesit saat normal. Cahaya lampu hallogen sangat mampu menerobos pekatnya hujan. Segala bentuk lubang di jalan (dan lubang berjalan) dapat terlihat dengan jelas, sampai ke titik terkecilnya sekalipun (lebay ah...)

 

Pukul 21.00 tiba di rumah, melepas jas hujan, lalu mengamati kondisi lampu baru. Ternyata, muncul bintik-bintik pada mika yang berada di sekitar lampu. Dapat dipastikan bahwa ini adalah tanda-tanda bahwa reflektor tidak sanggup menampung panasnya lampu hallogen. Memang jika membaca di internet, mayoritas reflektor tidak sanggup menerima panasnya lampu Hallogen. Hanya reflektor berbahan tertentu yang tetap awet menggunakan lampu tersebut. Pasalnya, lampu hallogen memang lebih bercahaya, dan mengeluarkan panas yang lebih tinggi berkali lipat dibandingkan jenis biasa (bulb). Wajar saja jika terangnya bisa 4 kali lipat lampu biasa. Namun resikonya apabila refelaktor tidak sanggup menampung panasnya, maka ia akan meleleh. Untungnya malam itu si reflektor belum sampai meleleh (banget), hanya muncul bintik2 dan sedikit lelehan di sekitar dudukan lampu. Langsung saja malam itu juga hallogen di-kudeta dari kedudukannya, dan lampu dibiarkan dalam keadaan kosong melompong. Lagi-lagi browsing di Internet mencari alternatif lampu yang terang, awet, besar, panjang, dan tahan lama. Tak lain dan tak bukan, solusinya adalah lampu LED, meski tentu saja harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

p_20170102_061853

Esok paginya, berbekal dana sisa hasil rush-money, berangkat menuju bengkel langganan dan langsung beli lampu LED. Untuk model termurah, ada lampu LED 2 mata plus pendingin yang bersifat plug and play (tinggal colok) kepada motor Vario Techno 125 seharga 80 ribu. Beli dua, melayanglah satu lembaran merah plus tiga lembaran hijau. Sampai di rumah, langsung pasang, dan tidak lupa membalik dudukan lampu (karena kemarin sempat dibalik waktu memasang hallogen) kemudian dicoba. Jreeeng.. Ternyata sangat memuaskan. Lampunya fokus, putih, terang, dan tidak silau (jika lihatnya sambil merem). Pukul 10.00 segala proses tetek-bengek urusan perlampuan selesai. Fuih, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam berganti lampu tiga kali.

screenshot_20170103-113457

N.B.

Lampu hallogen yang baru terpakai beberapa jam tsb tidak terpakai, silahkan yg berniat membeli. (Numpang promo)


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib Diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

8 thoughts on “Waw… Ganti Lampu Motor Sehari Tiga Kali (Bulb VS Halogen VS LED)