Siapa Tahu Tafsirnya? 5


image : shutterstock

Suatu ketika, Abu Nawas dipanggil ke kerajaan. Dengan dijemput pengawal bersenjata lengkap, ia dipaksa menemui Raja Harun Al Rasyid. Tampaknya, sang Raja kali ini benar-benar murka kepada Abu Nawas.

“Hai Abu Nawas, Kau akan menemui masalah yang sangat berat, mungkin kau hanya akan pulang tinggal nama saja”, begitu kata kepala pengawal yang menjemput Abu Nawas. Ada apakah gerangan?

Rupanya secara pribadi Sang Raja tersinggung berat atas ceramah Abu Nawas. Menurut kabar burung, Abu Nawas telah melakukan provokasi ketika berbicara di hadapan Jamaah dengan mengatakan bahwa “Raja Harun sangat mencintai Fitnah”. Potongan ceramah tersebut sampai di telinga Raja, hingga terjadilah peristiwa hari ini, pemanggilan paksa Abu Nawas ke hadapan Raja.

“Abu Nawas, Benarkah kau mengatakan bahwa aku mencintai fitnah?” Tanya Raja dengan mata merah dan gigi gemeretak menahan murka.

“Daulat paduka, benar, hamba yang mengatakannya”, jawab Abu Nawas dengan suara gemetar, namun tetap berusaha tegar. Sebenarnya, bisa saja Abu Nawas mengelak tuduhan tersebut hingga Raja menunjukkan bukti perihal apa yang ia tuduhkan padanya, tetapi ia memilih tidak melakukannya. Dengan tenang, ia akui bahwa ia melakukannya dan ia siap dengan konsekuensinya. Tak sedikitpun ada niat dalam hatinya untuk mem-praperadilan-kan sang Raja.

Mendengar jawaban Abu Nawas, seisi ruangan mendadak hening beberapa lama. Jangankan bersuara, mengangkat kepala saja rasanya tak ada yang berani. Bagaimana tidak, seorang Abu Nawas telah melakukan penistaan verbal kepada pribadi Raja. Raja dianggap sebagai orang yang mencintai fitnah. Padahal seisi kota tahu bahwa Raja Harun al Rasyid adalah raja yang jujur, tidak pernah berbohong, apalagi memfitnah. Bagaimana mungkin kemudian Abu Nawas menuduh Raja Harus sebagai orang yang mencintai Fitnah?

“Berikan pembelaanmu. Jika tidak tepat, maka hidupmu akan kau habiskan di jeruji besi” Kata Raja.

“Baiklah Raja. Pertama, izinkan saya membacakan QS Al Anfal ayat 28,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Pertanyaan saya, bukankah paduka Raja sangat mencintai anak-anak paduka?” Tanya Abu Nawas.

“Ya, tentu saja. Aku sangat mencintai anak-anak dan keluargaku” Jawab Raja.

“Nah, dalam Ayat tersebut dijelaskan bahwa harta dan anak-anak adalah ujian atau fitnah. Maka, saya rasa tidak salah jika saya katakan bahwa paduka Raja mencintai Fitnah. Mohon maaf jika karena kabar burung, paduka menafsirkan berbeda dengan apa yang saya tafsirkan. Demikian pembelaan saya, tuanku. Terimakasih” Jelas Abu Nawas.

Mendengar penjelasan sekaligus kritikan secara tidak langsung tersebut, Raja Harun tertunduk malu. Ia menyadari bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Nawas bukanlah suatu kesalahan. Bahkan, apa yang ia sampaikan adalah sebuah sindiran untuk tidak terlalu mencintai harta dan keluarga, serta lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Raja-pun meminta maaf kepada Abu Nawas, memberikan hadiah, serta memberikan jamuan makan terlezat yang pernah dirasakan seumur hidup Abu Nawas. Hubungan antara keduanya terus membaik, laksana dua orang saudara.

Sebaliknya, Raja kemudian membentuk tim khusus yang bertugas mengejar siapa orang yang dikarenakan hasud kepada Abu Nawas kemudian menyampaikan ulang dan menyebarkan ceramah Abu Nawas tersebut secara sepotong-sepotong, sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda di seantero kota.

(Disarikan ulang dari “Humor Sufi”)

 

KESIMPULAN PENULIS

Tidak ada yang perlu disimpulkan dari kisah ini. Pembaca sekalian pasti akan memiliki kesimpulan sendiri-sendiri terkait kisah pendek di atas, dan kesimpulan yang berbeda antara satu orang pembaca dengan pembaca lain tentu bukanlah hal yang dilarang. Bukankah melarang kesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan yang lain akan bertentangan dengan spirit kisah di atas?

 

Salam.

 


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib Diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

5 thoughts on “Siapa Tahu Tafsirnya?

  • Wilbtows

    Viagra Original Ou Generique [url=http://viaprices.com]viagra online prescription[/url] Levitra A Vendre Keflex While Pregnant [url=http://purchasing-propecia.propecorder.com]Purchasing Propecia[/url] Propecia En Prostata But the significant challenge we have to do with recurrent expenditure.SIP Calculator Get finance up to lacs Infrastructure bonds New GreatGo in ICICI and YES bank A cut in the repo rate big news for corporate but are you also wondering how will it affect you and me The following explains what the change in the repo rate means to you. [url=http://moneyloantoday.net]payday loan[/url] Rates effective as of.They dance around the definition of payday lending Fiorina ends her Republican presidential campaign In Congress passed the Military Lending Act which in part forbids lenders from charging active military households more than percent interest on shortterm loans.On Line Shipped Ups Elocon Store No Physician Approval [url=http://generic-cialis-cheapest.BuyCial.com]Generic Cialis Cheapest[/url] Buy Viagra From India Propecia Fasa [url=http://dapoxitine.prilipills.com]Dapoxitine[/url] Precio Cialis Viagra Cytotec Et La Femme [url=http://cheap-viagra-samples.viasample.com]Cheap Viagra Samples[/url] H Pylori And Cephalexin Progesterone In Internet Cheap [url=http://levitra-5mg-tablets.levitab.com]Levitra 5mg Tablets[/url] Cialis 20 Mg Comprime Buy Real Viagra From Canada [url=http://cialbuy.com]buy cialis[/url] How Good Is Kamagra Metronidazole 200mg For Dogs [url=http://levicost.com]buy 10 mg levitra online[/url] Cialis Super Active Difference Propecia Side Effects In Girl [url=http://bestlevi.com/buy-levitra-best-price.php]Buy Levitra Best Price[/url] Achat Clomid Pas Cher Sale Generic Fluoxetine [url=http://BuyCial.com]Buy Cialis[/url] Viagra Blumen