Ambles !


Salah satu jalan utama di Surabaya mendadak ambles. Penyebabnya, update terakhir menyebutkan ada kaitan dengan proyek bangunan salah satu rumah sakit swasta di dekatnya.

Pengguna medsos-pun bereaksi, tentu dalam “bubble effect” masing-masing. Ingat efek gelembung yang muncul dari air sabun? Masing-masing gelembung akan bergerak dan berkumpul pada beberapa titik. Saat sudah berkumpul, kadang beberapa gelembung akan melakukan fusi, bergabung membuat gelembung baru yang lebih besar.

Butuh postingan sebagaimana analisis “drone emprit” untuk mengetahui secara mendalam apa yang terjadi di jagad medsos.

Politisi (termasuk politisi dadakan jelang pilpres), jelas mengaitkan ini dengan siloam. Mulai dari pemiliknya, jaringan bisnisnya, misi keagamaan serta visi politik yang diusung. Geolog menyampaikan hal lain, yakni seputar struktur dan kerapatan tanah, potensi perluasan ambles maupun hal lain yang berkaitan dengan ilmunya.

Netijen garis lucu, punya cara tersendiri. Jika anda melihat di medsos muncul gambar godzila berperang melawan ultraman di atas jalan gubeng, itulah bukti eksistensi netizen garis lucu. Mereka sama sekali bukan menertawakan musibah. Mereka tetap mendoakan yang terbaik agar musibah segera dapat diselesaikan dan tak terulang kembali.

Mereka hanya ingin agar kita tak ikut “ambles” dalam duka cita. Satu musibah akan menjadi persoalan berkepanjangan jika rasa duka terus berkembang. Jalan utama ditutup, jalan alternatif macet, tak bisa mengakses toko maupun kuliner dekat lokasi musibah, dan sebagainya. Netijen garis lucu mengajak agar saat anda bermacet-ria di jalur alternatif, tetaplah tersenyum. Saat anda mencari toko pengganti karena toko langganan yang ada di jalan gubeng terdampak musibah, tetap lalui dengan senyum. Lagi-lagi, jangan ikut ambles dalam duka cita.

Polanya sama sebagaimana hal-hal lain yang pernah menimpa Surabaya, misal saat teror bom di beberapa rumah ibadah di Surabaya. Lagi-lagi netijen membuat berbagai meme konyol untuk melawan rasa takut yang saat itu mungkin terjadi pada masyarakat.

Tampaknya, banyak yang tertarik dengan model Netijen garis lucu khas suroboyoan ini. Bahkan laman web Suara Surabaya sebagai salah satu media di Surabaya menampilkan title web yang tak kalah kocaknya, hingga membawa-bawa godzilla. Mereka seolah sedang berbaris sambil berteriak :
Iki Suroboyo!
Suroboyo wani!
Suroboyo gak wedi ambles!
Suroboyo gak wedi bolongan!

Salam.