Saatnya Pembaharuan


Sekelompok anak muda mewacanakan pembatasan poligami. Di lembar lain, mahkamah konstitusi mengabulkan uji materiil pasal usia nikah pada UU 1 ’74. Benangmerahnya adalah, kemungkinan pembaharuan hukum keluarga Islam masih sangat memungkinkan.

Pun, peluang naiknya kembali RUU HTPA (HMPA), Counter Legal Draft KHI, menjadi sangat dimungkinkan. Termasuk, penambahan berbagai syarat administratif perkawinan apakah itu premarital check-up, sertifikasi calon pengantin, dan sebagainya.

Dalam beberapa aspek, barangkali ini terlihat frontal di tengah kegemaran bertahan pada zona nyaman. Namun, pembaharuan menjadi hal yang tak bisa dinafikan, siap ataupun tidak.

Problemnya, tentu banyak yang akan merasakan shock atas perubahan tersebut, dan itu wajar. Toh, meski aturan pencatatan nikah telah dirilis puluhan tahun silam-pun hingga saat ini belum seratus persen terlaksana. Tidak sedikit perkawinan saat ini yg tidak dicatatkan di hadapan petugas berwenang. Apalagi terhadap aturan baru yang nantinya akan muncul.

Apapun itu, semoga betul-betul berorientasi pada maqashidun nikah, demi terwujudnya keluarga yang berkualitas.