Audrey, Korban Kekerasan Seksual


AUDREY, KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

.

Berbicara kekerasan seksual bukan hanya sekedar pemaksaan hubungan intim, di luar perkawinan maupun dalam perkawinan. Ia juga bukan hanya tentang perilaku negatif dalam urusan seksual yanf dilakukan kepada lawan jenis saja. Eksploitasi seksual, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan aborsi, pemaksaan pelacuran, dan banyak aksi tidak terpuji lain yang dapat digolongkan kepada kekerasan seksual (pasal 11 RUU-PKS).

.

Apa yang terjadi pada Audrey, adalah sebuah bentuk kekerasan seksual. Meski tak ada aksi coitus, pelakunya-pun berjenis kelamin sama, tapi hakikatnya apa yang dilakukan oleh 12 pemudi kepada audrey adalah bentuk dari kekerasan seksual. Diksi Pelecehan Seksual hingga Penyiksaan Seksual tepat untuk menggambarkan apa yang ia alami. Jeritan Audrey bukan hanya sekedar merasakan sakitnya pemukulan. Tapi tangisan seorang gadis yang diperkosa, oleh sesama gadis sepertinya.

.

RUU-PKS hadir sebagai salah satu upaya preventif mencegah terjadinya berbagai kekerasan seksual yang bisa muncul kapan saja dan kepada siapa saja. Berbekal sanksi yang termaktub dalam RUU ini, diharapkan masyarakat akan berhati-hati dalam bertingkah laku agar tidak terjerumus dalam aksi kekerasan seksual.

.

Tentu RUU ini belum sempurna dan belum dapat mengakomodir keinginan berbagai pihak. Akan tetapi, pengesahan RUU ini mendesak untuk dilakukan, agar kisah kelam Audrey tidak terjadi lagi. Maa laa yudraku kulluhu, laa yutraku kulluhu. Jangan karena aturan RUU-PKS dianggap belum sempurna lantas membiarkannya berlarut-larut begitu saja. Pengesahan RUU-PKS adalah sebuah kebutuhan.

.

Lantas, sampai kapan kata “Rancangan” akan dihapus dari RUU ini? Apakah menunggu korban selanjutnya? Ataukah menunggu orang terdekat dari penolak RUU ini menjadi Audrey-Audrey lainnya?

.

Wa al ‘iyadzu billah.

.

#ruupks #justiceforaudrey #penghapusankekerasanseksual #prayforaudrey

.

UMSurabaya Kampanye Stop Kekerasan Seksual, Penting Pengesahan RUU PKS

.

Mahasiswi UM Surabaya, Gelar Kampanye Stop Kekerasan Seksual