Rasulullah, Lebih Cahaya dari Cahaya


Perjalanan Rasulullah, Lebih Cahaya dari Cahaya.

_=+=_

 

Berapa waktu yang dibutuhkan oleh Rasulullah untuk melakukan perjalanan dari Masjid al Haram, transit di Masjid al Aqsha, hingga tiba di Sidrah al-Muntaha, lalu melakukan beberapa aktifitas di sana dan melanjutkan perjalanan pulang? Hanya satu malam.

.

Pertinyiinnyi, secepat apa perjalanan yang beliau lakukan saat itu? Berapa energi yg dibutuhkan untuk menjadikan beliau bergerak secepat itu? Sedangkan motor 800CC di motoGP-pun tak pernah lebih dari 350Kmpj, maka berapa CC dimensi kendaraan yang disebut “buraq”?

.

Dalam satu malam, waktu yg memungkinkan beliau melakukan isra-mi’raj +-10 jam. Jika 50%nya diisi dengan perjalanan dan sisanya sebagai acara inti dan acara lain2, maka 5 jam digunakan untuk perjalanan pergi dan pulang. Artinya, kurang lebih 2 jam untuk berangkat dan 3 jam untuk pulang. Mengapa waktu pulang lebih lama? Karena dalam kisah beliau “dicegat” oleh para nabi terdahulu di tiap lapisan langit. Beliau-pun juga harus bolak-balik saat perjalanan pulang karena mengajukan dispensasi jumlah raka’at.

.

Dua jam digunakan untuk melesat dari bumi menuju sidrah al-muntaha. Benarkah itu berarti Rasulullah bergerak secepat cahaya? Seberapa cepat cahaya mampu melintasi jagad raya?.

.

Sebagai perbandingan, cahaya matahari butuh waktu lima jam untuk sampai di Pluto. Jika sidrah al muntaha ditempuh dua jam kecepatan cahaya, apakah dia di sekitar perempatan uranus?

.

Jika cahaya di bumi memiliki kecepatan 300.000km/detik dan itu dianggap sebagai pergerakan yang paling cepat menurut Einstein, maka sejatinya pergerakan yang dilakukan oleh Rasulullah melampaui ukuran itu. Dengan dasar QS. Al Ma’arij (70 : 4), dimana terdapat perbandingan 1 hari bagi malaikat adalah 50.000 tahun bumi (18.350.000 hari). Perjalanan Rasulullah dengan kendaraan produk langit, tentu memiliki spesifikasi level langit pula. Tentu ia bergerak dengan ukuran kecepatan langit, sekitar 5,5 Trilyun km/detik.

.

Maka, perjalanan Rasul tentu bukan sekedar perjalanan biasa, bukan juga perjalanan cepat, tetapi perjalanan yang luar biasa. Perjalanan yang lebih cepat dari cepat, lebih cahaya dari cahaya. _Nuurun fawqa nuuri_.

 

__=+-+=__

 

Terlampir broadcast yg mencoba melakukan kalkulasi dilatasi kecepatan cahaya bumi & kecepatan malaikat, lalu merumuskannya dlm konsep perjalanan mikraj. Hasilnya, perjalanan berangkat butuh waktu 2,16 jam. Hampir sama dengan asumsi di atas.

 

*Perhitungan matematika Waktu dan Jarak*

 

1. WAKTU TEMPUH MALAIKAT TIAP LAPIS LANGIT

 

50.000.00 tahun per satu hari malaikat

(:) 24,00 jam manusia

————-

+ 2.083,33 tahun untuk satu jam.

(:) 9,00 lapis dari bumi ke sidratil muntaha (sm)

* 500,00 tahun jarak setiap lapis menurut sunnah

————-

+ 4.500,00 tahun dr bumi ke sm

(:) 2.083,33

————-

+ 2,16 jam dr bumi

(:) 9,00 lapis

————-

+ 0,24 jam waktu tempuh malaikat setiap lapis

 

2. JARAK TEMPUH MALAIKAT TIAP LAPIS LANGIT

 

+ 50.000,00

/ 24,00

/ 60,00

/ 60,00

————-

+ 0,58 tahun per detik cahaya bumi (cb)

 

+ 0,58

* 365,25

* 24,00

* 60,00

* 60,00

* 300.000,00 km per detik kecepatan cb

————-

+5.491.022.400.000,00 km per detik (kecepatan malaikat/Jibril)

* 500,00 thn jarak tiap lapis

————-

+2.745.511.200.000.000,00 tahun cb tiap lapis

-30.000.000.000,00 thn jarak jangkauan terjauh teleskop huble

————-

+2.745.481.200.000.000,00 sisa jarak yg belum terjangkau teleskop huble

 

Kesimpulan :

 

1. Allah Maha Suci dari sifat bersekutu dalam menciptakan langit dan bumi.

2. Nabi Muhammad isra’ dengan mengandarai buroq dan mi’raj dengan jibril.

3. Kecepatan cahaya bumi 300.000 km/detik.

4. Kecepatan Jibril 5.491.022.400.000 km/detik

5. Waktu yang digunakan Jibril dari bumi ke Sidratil Muntaha 2,16 jam saja.

6. Jangkauan terjauh teleskop huble 30 milyar tahun cahaya

7. Jarak bumi ke langit pertama 2.745.511 Milyar Tahun Cahaya

8. Kemampuan Teleskop Huble kurang dari 1% menuju Langit Pertama.